Fakta Menarik Mengenai Film Bloodshot

Fakta Menarik Mengenai Film Bloodshot

Supervideofree.net – Bloodshot tayang di jaringan bioskop Tanah Air mulai Rabu (11/3/2020) lalu. Film ini dibintangi Vin Diesel, Eiza González, Sam Heughan, hingga Guy Pearce. Bloodshot mengisahkan Ray Garrison yang mengemban misi mengambil plutonium di Mombasa lalu membawanya ke AS. Misi berhasil.

Ray Garrison yang dijuluki Bloodshot pulang ke AS, bertemu istrinya, Gina DeCarlo (Talulah Riley). Saat bulan madu ke Italia, Martin Axe (Toby Kebbell) dan anak buahnya menyatroni penginapan Ray-Gina. Keduanya dibunuh.

Vin Diesel menyebut Bloodshot bergenre drama superhero. Ia bangga terlibat dalam proyek ini. Penasaran dengan fakta menarik dari film Bloodshot? Simak dulu mengenai beberapa fakta seputar Bloodshot yang kami kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Installment Pertama
Bloodshot dibuat berdasarkan karakter komik Valiant. Film ini diharapkan menjadi installment pertama yang membentuk jagat sinema Komik Valiant.

Dikerjakan oleh sineas debutan David S. F. Wilson, naskah Bloodshot ditangani Jeff Wadlow dan Eric Heisserer. Proyek layar lebar ini dieksekusi dengan biaya produksi 45 juta dolar AS atau sekitar 630 miliar rupiah.

2. Selamat Tinggal Jared Leto
Proyek layar lebar Bloodshot sebenarnya digagas sejak 2012. Juli 2017, Jared Leto dilirik sebagai pemeran utama. Tahun berikutnya, terkuak kabar bahwa aktor peraih Oscar itu batal tampil. Perannya digantikan Vin Diesel.

Bergabungnya Vin Diesel dikonfirmasi pihak studio pada Maret 2018. Syuting film Bloodshot dimulai pada Agustus 2018 dan berakhir pada Oktober 2018. Lokasinya dari Afrika Selatan, Republik Ceko, dan Hongaria.

3. Batalnya Jagat Sinema Komik Valliant
Bloodshot didistribusikan ke seluruh dunia oleh Sony Pictures. Pihak Sony mengabarkan, akan ada 4 film dari jagat sinema Komik Valliant yakni sekuel, dua film berbasis komik berseri dari Harbinger, dan film klimaks peperangan Harbinger. Bloodshot sebagai pembuka jalan diharapkan mampu mengeruk pendapatan sesuai target.

Rencana berubah ketika pada September 2019, Paramount Pictures mengumumkan merekalah yang memegang hak pendistribusian film-film Harbinger. Dengan begitu, jagat sinema komik Valliant kemungkinan batal.

4. Target Rp 140 Miliar
Perilisan Bloodshot di Indonesia dua hari lebih awal ketimbang Amerika Serikat dan Kanada (kawasan Amerika Utara). Di AS dan Kanada, Bloodshot baru dirilis pada 13 Maret 2020.

Bloodshot tayang berbareng dengan The Hunt yang dibintangi Hilary Swank dan I Still Believe (Britt Robertson). Tayang di 2.500 bioskop, Bloodshot diharapkan mengeruk pendapatan 10 juta atau 140 miliar rupiah pada akhir pekan pertama penayangan.

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Film Onward

5. Vin Diesel Rangkap Jabatan
Dalam Bloodshot, Vin Diesel merangkap jabatan sebagai produser dan pemeran utama. Aktor kelahiran California, AS, 18 Juli 1967, ini menyebut rangkap jabatan dikerjakan secara profesional. Ia mendalami peran dan bisa menjelaskan esensi karakter Bloodshot dalam kalimat ringkas.

“Izinkan saya mengajak Anda ke pemahaman ini. Bloodshot pada akhirnya seorang tentara. Seorang tentara tidak dapat memutuskan kapan menarik diri atau dikerahkan ke medan perang,” ujarnya saat diwawancara USA Today, pekan lalu.

6. Bloodshot Versus Virus Corona
Seperti diketahui, wabah virus Corona berdampak di seluruh aspek industri termasuk perfilman. Sejumlah film ditunda jadwal penayangannya dari Petter Rabbit 2 hingga James Bond 007 No Time To Die.

Vin Diesel berkukuh tak menunda penayangan Bloodspot. Ia beralasan, “Kita butuh film sekarang melebihi apapun. Kami siap dan bersemangat merilis film ini ketika bioskop dan pengalaman menonton film berada di bawah ancaman virus corona. Saatnya mencetak rekor dan kami akan tunjukkan kemampuan film ini di tangga box office.”

Fakta Menarik Mengenai Film Onward

Fakta Menarik Mengenai Film Onward

Supervideofree.net – Pixar dan Disney kembali lagi merilis film animasi terbarunya yang berjudul Onward. Film ini merupakan film animasi pertamanya yang dirilis pada tahun 2020 ini. Tentunya, kehadiran film ini bisa mengobati rasa rindu para penggemar setia film Pixar dan Disney.

Sekilas cerita dalam film ini mengisahkan tentang dua saudara Lightfoot yang berusaha menghidupkan kembali ayahnya dengan sebuah tongkat ajaib. Sayangnya, wujud ayahnya hanya terbentuk sebagian dan mereka hanya memiliki waktu 24 jam untuk menghidupkan kembali ayahnya secara utuh.

Apakah para dua saudra Lightfoot ini berhasil menghidupkan kembali ayahnya secara utuh atau tidak? Tunggu kisah kelanjutannya di bioskop nanti.

Simak di bawah ini mengenai beberapa fakta menarik dari film Onward ini. Kira-kira apa saja, ya?

1. Onward dijawalkan rilis di Indonesia pada 4 Maret 2020 lalu
Sangat beruntung bagi negara Indonesia, karena film animasi Onward tayang dua hari lebih cepat dari jadwal seharusnya yaitu 6 Maret 2020 lalu. Tak hanya itu, ternyata film ini juga sudah tayang perdana pada 21 Februari 2020 lalu di Berlin International Film Festival, Berlin, Jerman.

2. Film animasi ini sukses mendapatkan rating tinggi
Meskipun film ini belum dirilis secara luas, ternyata film animasi Onward sudah berhasil mendapatkan rating tinggi yaitu skor 83% dari Rotten Tomatoes. Luar biasa banget, bukan? Apakah kamu yakin ingin melewatkan film animasi ini? Sebaiknya jangan, deh.

3. Dan Scanlon menjadi sutradara dan penulis naskah cerita dalam film ini
Dan Scanlon dipilih untuk menjadi sutradara dan penulis naskah cerita pada film animasi ini. Onward merupakan pengalaman keduanya menjadi sutradara dan penulis naskah cerita pada film animasi layar lebar ini. Sebelumnya, nama pria ini dikenal luas berkat hasil karyanya pada film Monsters University (2013) dengan memiliki dua tugas yang sama.

Dalam pengerjaan penulisan naskah cerita pada film ini, dia juga dibantu oleh Jason Headley dan Keith Bunin.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Guns Akimbo

4. Penuh bintang hollywood ternama
Selain memiliki rating yang tinggi, film animasi ini juga dihadiri oleh berbagai bintang hollywood ternama. Kira-kira siapa saja, ya? Berikut di bawah ini daftar beberapa artis yang menjadi pengisi suara film Onward.

• Tom Holland, dikenal dari The Impossible (2012), Captain America: Civil War (2016) dan Spider-Man: Homecoming (2017)
• Chris Pratt, dikenal dari The Lego Movie (2014), Guardians of the Galaxy (2014), dan Jurassic Worls (2015)
• Julia Louis-Dreyfus, dikenal dari Seinfeld (1990-1998) dan Veep (2012-2019)
• Oktavia Spencer, dikenal dari The Help (2011), Fruitvale Station (2013), dan Hidden Figures (2016)
• Mel Rodriguez, dikenal dari Panic Room (2002) dan Little Miss Sunshine (2006)
• Lena Waithe, dikenal dari Master of None (2015-2017) dan Ready Player One (2018)
• Ali Wong, dikenal dari Always Be My Maybe (2019) dan Bids of Prey: And the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

5. Korie Rae dipilih menjadi produser pada film ini
Nama dari produser Korie Rae ini sudah tidak asing lagi di dunia film animasi Pixar. Wanita ini merupakan seorang produser resmi dari Pixar Animation Studios. Ada banyak sekali beberapa film yang sudah dia produseri seperti Monsters, Inc. (2001), The Incredibles (2004), Up (2009), dan Monsters University (2013).

Itulah beberapa fakta menarik dari film animasi Onward. Apakah kamu sudah siap ikut berpetualang dengan dua saudara Lightfoot ini?

Fakta Mengenai Film Guns Akimbo

Fakta Mengenai Film Guns Akimbo

Supervideofree.net – Kehadiran film hollywood tiada henti-hentinya menghiasi layar lebar di bioskop Indonesia. Pada awal Maret lalu, bioskop Indonesia akan kehadiran film hollywood baru lagi yaitu Guns Akimbo.

Sekilas film ini menceritakan tentang Miles (Daniel Radcliffe) yang terbangun dari tempat tidurnya dengan dua pistol di kedua tangannya. Miles ternyata terpilih menjadi peserta berikutnya dalam sebuah permainan mematikan. Belum lagi, Miles diteror oleh wanita bernama Nix (Samara Weaving) yang terus-menerus menembaki dirinya.

Setelah anda menonton film tersebut mungkini ada beberapa fakta yang harus anda ketahui, berikut di bawah ini ada beberapa fakta tentang film Guns Akimbo. Check this out.

1. Film ‘Guns Akimbo’ dirilis pertama kali pada tahun 2019
Siapa sangka, ternyata film Guns Akimbo ini sudah dirilis lebih dulu. Film ini dirilis pertama kali pada 9 September 2019 di Toronto International Film Festival, Toronto, Kanada. Namun, film ini akan dirilis secara luas pada sepanjang tahun 2020 ini.

Guns Akimbo telah di rilis di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu. Apakah kamu sudah siap?

2. Sutradara dan penulis naskah cerita dilakukan oleh orang yang sama
Jason Lei Howden merupakan sosok sutradara di balik proses pembuatan film ini. Film Guns Akimbo merupakan pengalaman keduanya menjadi seorang sutradara. Sebelumnya, Jason sudah pernah menyutradarai film Deathgasm (2015) dan sukses mendapatkan rating yang cukup bagus yaitu 6,5/10 dari IMDb. Selain itu, Jason juga menjadi penulis naskah cerita pada film ini.

Nama sutradara ini dikenal luas berkat menjadi tim visual effect pada film box office ternama yaitu The Avengers (2012), The Wolverine (2013), dan War for the Planet of the Apes (2015).

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Teman Tapi Menikah

3. Penuh dengan bintang hollywood ternama
Alasan kenapa film ini sangat dinanti-nanti, karena dihadiri juga oleh berbagai bintang hollywood ternama. Sebagian besar dari kamu, pasti tidak bakal asing lagi. Berikut di bawah ini beberapa daftar pemain yang hadir dalam film Guns Akimbo.

• Daniel Radcliffe, dikenal dari Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001) dan beserta sekuelnya.
• Samar Weaving, dikenal dari Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017) dan Ready or Not (2019)
• Rhys Darby, dikenal dari Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) dan Jumanji: The Next Level (2019)
• Ned Dennehy, dikenal dari Mandy (2018) dan Peaky Blinders (2013-2019)
• Natasha Liu Bordizzo, dikenal dari Crouching Tiger, Hidden Dragon: Sword of Destiny (2016) dan Hotel Mumbai (2018)

4. Film ini diproduseri oleh tiga orang
Semakin menarik lagi dari film ini ialah, ada tiga orang produser yang turut berpartisipasi dalam proyek film ini. Sebelumnya, mereka ini juga sudah memiliki pengalaman dalam memproduseri beberapa film ternama.

• Tom Hern, dikenal dari The Dark Horse (2014) dan The Meg (2018)
• Felipe Marino & Joe Neurator, dikenal dari All the Boys Love Mandy Lane (2006) dan The Wackness (2008)

5. Guns Akimbo berada di bawah perusahaan produksi Sabana Film
Sabana Film merupakan salah satu perusahaan produksi film yang dikenal sebagai gudang fim genre crime, action, dan thriller. Pada awal Maret ini, perusaahan produksi film ini kembali merilis film terbarunya, Guns Akimbo.

Sebelumnya, ada juga beberapa film box office yang berada di bawah Sabana Film seperti Shot Caller (2017), I See You (2019), Light of My Life (2019) dan masih ada lagi.

Itulah beberapa fakta film Guns Akimbo, aksi permainan menegangkan dan mematikan. Apakah kamu sudah memahami beberapa faktanya dan siap ikut beraksi dalam film ini?

Fakta Mengenai Film Teman Tapi Menikah

Fakta Mengenai Film Teman Tapi Menikah

Supervideofree.net – Kisah cinta Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion yang diangkat dalam sebuah novel kini difilmkan. Diproduksi oleh Falcon pictures, novel yang sukses membuat banyak anak muda baper ini telah tayang bulan Maret 2018 lalu. Kisah Ayu dan Ditto mungkin dapat dikatakan menjadi kisah friendzone dengan ending termanis sampai saat ini.

Ayu dan Ditto saat ini sudah menikah dan memiliki seorang buah hati bernama Dia Sekala Bumi. Ditto dan Ayu mengaku tidak menyangka dan surprise akan sambutan hangat masyarakat saat buku mereka pertama kali diluncurkan. Seolah tak habis-habis, kejutan selanjutnya datang saat Falcon Pictures menawarkan untuk mengangkat kisah ini dalam sebuah film layar lebar. Sebelum nonton filmnya, yuk simak beberapa fakta mengenai film teman tapi menikah  di bawah ini, dijamin bikin baper deh.

1. Diangkat dari kisah nyata dua sahabat
Film dengan judul Teman Tapi Menikah ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh Ayu dan Ditto. Bersahabat selama kurang lebih 14 tahun, Ayu dan Ditto justru tidak pernah merasakan rasanya pacaran karena Ditto tidak pernah meminta ayu menjadi pacarnya namun langsung menjadi istrinya. Keduanya bersahabat sejak di bangku SMP, tetap bersama selama SMA dan kuliah dan sampai akhirnya menikah dan punya Sekala seperti sekarang.

Ayu dan Ditto mengaku karena sudah terbiasa dekat sebagai teman, justru kadang hal-hal romantis yang kerap dilakukan pasangan suami istri jarang mereka lakukan. Hal ini terjadi karena masih merasa aneh harus bersikap romantis satu sama lain. “Kalau dibayangin aneh. Geli,” kata Ayu. “Karena emang se-temenan itu, jadi kadang suka skip mesra-mesraan,” katanya lagi.

Menurut Ayu, cara bicara dan berkomunikasi antara dirinya dan Ditto tidak berbeda dengan ketika mereka masih berstatus sahabat semasa sekolah dulu. “Gak mesra karena gak bisa,” kata Ayu.

“Mau suap-suapan tapi jijik duluan. Akhirnya gak jadi,” kata Ayu disambut tawa Ditto. Namun ternyata setelah kehadiran Sekala, baik Ayu dan Ditto ingin mencoba untuk menjadi lebih mesra lagi agar Sekala dapat mencontoh hal baik dari orang tuanya.

2. Novel Best Seller karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto
Dirilis pada pertengahan tahun 2016, Novel Ayu dan Ditto dengan judul Teman Tapi Menikah laris di pasaran. Menjadi salah satu novel best seller, baik Ayu dan Ditto sama-sama bersyukur atas sambutan masyarakat. Saat Novel diterbitkan, Ayu dan Ditto kerap melakukan roadshow baik untuk sekedar talkshow di tempat-tepat yang mengundang mereka, mereka juga dengan senang hati berbagi kisah dalam bedah buku yang mereka adakan.

Saat ditanya mengenai kisah pertama kali akhirnya TemanTapiMenikah dibukukan, Ditto mengaku sempat tidak percaya. “Awalnya takut email yang masuk dari edtior itu bener atau enggak,” katanya bercerita.

“Tapi editor terus bilang bahwa cerita ini sebenernya banyak dialamin sama temen-temen, cuman gak ada yang berani cerita. Pihak penerbit minta untuk coba tulis dan ternyata dapat respon luar biasa,” kata Ditto

Buku #TemanTapiMenikah sendiri terdiri dari dua buku. Film Teman Tapi Menikah produksi Falcon Pictures kali ini diangkat dari buku TemanTapi Menikah yang pertama. Banyak kisah menarik, lucu yang sukses bikin baper millenials dalam novel ini. Cerita yang sepertinya dekat dengan banyak masyarakat, membuat novel best seller ini akhirnya difilmkan.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Live Action Aladdin

3. Diperankan Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla
Dalam film Teman Tapi Menikah ini Adipati Dolken yang terpilih untuk berperan sebagai Ditto Percussion. Sedangkan yang akan berperan menjadi Ayudia adalah aktris pendatang baru yang namanya sedang menjulang yakni Vanesha Prescilla. Adipati dan Vanesha beradu akting di bawah arahan sutradara Rako yang sudah berpengalaman menggarap film-film kenamaan seperti Malaikat Tanpa Sayap dan turut membantu dalam produksi film Ada Apa Dengan Cinta (AADC).

“Film ini menjadi tantangan buat saya. Merubah bahasa novel menjadi sebuah film serta kisahnya yang dekat dengan penonton Indonesia, bagaimana dari teman dan lantas menikah,” kata Rako.

Di sisi lain, Rako mengaku senang dapat bekerja sama dengan Adipati dan Vanesha. “Sebelumnya sudah pernah kerja sama dengan Adipati,” kata Rako. “Vanesha anaknya terbuka dan mau membaur dengan semua crew, jadi enak, mau belajar,” katanya saat diminta tanggapannya bekerja pertama kali dengan Vanesha.

Adipati Dolken mengaku senang dapat memerankan sosok Ditto dalam film ini. Tantangan terbesar dalam memerankan Ditto dalam film ini adalah perihal keahlian Ditto bermain Percussion. “Ada latihan, sering ke rumah Ditto untuk latihan, dan gak gampang ternyata main Percussion itu,” kata Adipati.

Tidak berbeda dengan Adipati, Vanesha yang namanya sedang naik daun sebagai aktris pendatang baru juga mengaku senang dapat memerankan sosok Ayu dalam film ini. Yang menjadi tantangan bagi Vanesha adalah memerankan sosok yang memang real ada.

4. Tidak persis sama seperti di novelnya
Saat kisah dari sebuah novel diangkat menjadi film, tentu banyak hal yang mungkin akan dipotong dan tidak semuanya sesuai dengan yang tertulis di novel. Hal serupa juga terjadi dalam film Teman Tapi Menikah yang akan tayang 29 Maret 2018 mendatang. Beberapa hal di novel tidak turut ditunjukan dalam film.

Menurut Ayu dan Ditto pada novel mereka secara gamblang semua dituliskan apa adanya sesuai dengan kejadian nyata. “Termasuk nama-nama mantannya,” kata Ayu diiringi tawa. Namun dalam film nanti akan ada beberapa hal yang disamarkan dan diubah, termasuk nama-nama mantan pacar Ayu dan Ditto.

Tidak hanya itu, Rako mengatakan hal lain yang diubah adalah setting dari latar yang akan digunakan. “Kisah di novel itu kan tahun 90-an, tapi kami buat di film tahun sekarang, biar kena sama anak sekarang,” kata Rako.

Selain itu, menurut Rako dalam novel Ayu dan Ditto dituliskan dari sudut pandang Ditto dan dilengkapi dengan isi perasaan Ayu. “Di film nanti fokus dari sisi sudut pandang Ditto,” kata Rako. “Motivasi Ditto untuk memenangkan hati Ayu tuh diperjelas,” katanya.

5. Jadi kisah inspiratif agar terlepas dari friendzone
Banyak yang mengatakan bahwa kisah TemanTapi Menikah ini adalah kisah friendzone dengan ending cerita paling manis karena diakhiri dengan pernikahan dan hidup bahagia. Namun Ayu sendiri menolak sebenarnya jika hubungannya dan Ditto dikategorikan sebagai friendzone.

“karena gue kan temenan tulis aja. Gak ngarep,” kata Ayu. “Iya mengagumi. Orangnya gigih, pol polan kalau udah soal musik. Akhirnya lepas dari friendzone itu pas Ditto bilang suka gue. Pada saat itu gue gak menolak. Tapi malah penasaran, kok bisa ya suka sama gue? Sejak kapan? Malah gue tanya-tanya,” kata Ayu bercerita.

Bagi Ditto sendiri hubungan friendzone dapat diselesaikan saat salah satu pihak berani untuk mengakui perasaan. “Kalau mau lepas dari friendzone harus ada yang berani ngomong,” kata Ditto. Bagi Ditto kini tidak ada lagi rasa percaya akan persahabatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. “Gak (percaya laki-laki dan perempuan itu bisa bersahabat) karena cowok penuh dengan teka-teki. Pertimbangannya banyak,” kata Ditto.

Fakta Mengenai Film Live Action Aladdin

Fakta Mengenai Film Live Action Aladdin

Supervideofree.net – Film live action, Aladdin, adalah film yang paling ditunggu bagi penggemar Disney di seluruh dunia. Film garapan sutradara Guy Ritchie adalah remake dari film Aladdin versi kartun yang tayang pada tahun 1992.

Meskipun paling ditunggu, film ini menuai kontroversi dari Naomi Scott yang dinilai kurang pantas memerankan Putri Jasmine sampai Genie yang awalnya dikira tak berbadan biru. Tapi di balik kontroversi itu, terdapat beberapa fakta yang menarik mengenai film live action aladdin. Yuk kita simak!

1. Lokasi syuting berada di Yordania
Yordania adalah tempat yang dipilih oleh pihak Disney. Dan Lin dan para kru ingin film Aladdin dibuat se-authentic mungkin. Wadi Rum menjadi salah satu tempat yang dipilih Disney dalam pengambilan gambar film ini. Wadi Rum adalah padang pasir luas dengan

bebatuan raksasa. Ketika mengunjungi tempat ini, kita akan merasa seperti di Mars. Para Ilmuan bahkan menjulukinya sebagai Mars-nya Bumi. Sebelum Aladdin, tempat ini juga pernah menjadi lokasi syuting film The Martian.

2. Naomi Scott “menipu” kru
Naomi Scott mengaku “menipu” para Kru sehingga ia berhasil mendapatkan peran Putri Jasmine di Film Aladdin. Naomi yang memiliki karakter tomboy, tiba-tiba mengubah dirinya menjadi gadis feminin bak seorang putri pada saat audisi.

Ia rela pergi ke sebuah toko pakaian Topshop di Jalan Oxford, London untuk membeli gaun bewarna biru, bercorak bunga-bunga untuk memancarkan aura femininnya. Selama audisi, ia selalu mengenakan pakaian feminin sampai akhirnya ia didapuk menjadi pemeran Putri Jasmine.

“Ketika aku muncul di latihan pertama, aku mengenakan baju olahraga. Aku seperti ingin mengatakan, ‘Inilah aku yang sebenarnya. Ha ha, aku menipu kalian!'” ujar Naomi Scott.

3. Agrabah dibuat nyata! Proses pembuatanya memakan waktu hampir 4 bulan, luasnya dua kali lapangan bola!
Kota Agrabah adalah kota fiksi yang merupakan kota perpaduan budaya Arab dan Persia. Para kru perlu membuat kota tersebut. Pembuatan kota ini tidak main-main karena menghabiskan waktu hampir 4 bulan, yaitu 15 minggu karena kota Agrabah dibuat seluas dua kali lapangan sepak bola.

4. Dinding dua di film Aladdin dilapisi berlian asli!
Salah satu tempat di film Aladdin adalah Cave of Wonders, di mana Aladdin menemukan lampu ajaib. Melansir dari Entertainment Tonight, bahwa dinding gua dilapisi oleh perhiasan asli, namun perhiasan yang tergeletak di lantai terbuat dari karet supaya aman bila terinjak.

5. Zayn Malik memilih Zhavia untuk menjadi rekan duetnya
Zayn di bebaskan untuk memilih rekan duetnya untuk menyanyikan A Whole New World, soundtrack film Aladdin. Ia memilih Zhavia Ward, penyanyi muda yang memiliki suara kuat. Menurut Zayn, suara Zhavia bisa menjadi warna baru di lagu ini.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Foxtrot Six Dari Indonesia

6. Sulitnya mencari pemeran Aladdin
Pihak Disney benar-benar berusaha keras menggarap film ini. Guy Ritchie dan casting director Randi Hiller mengadakan audisi dari London, Abu Dhabi sampai India dan melibatkan 2000 orang. Sang sutradara dibuat pusing karena pihak Disney meminta pemeran Aladdin adalah aktor berumur sekitar 20-an dan berasal dari Timur Tengah atau Gujarat. Selain itu, ia harus pandai menyanyi dan menari. Duh, totalitas banget ya.

7. Banyak pemeran tambahan dari Timur Tengah
Sempat beredar kabar bahwa banyak pemain di film tersebut yang merupakan orang kulit putih namun didandani menjadi orang Timur Tengah. Disney membantah pernyataan tersebut dengan menambahkan banyak pemain figuran yang berasal dari Timur Tengah.

“Mereka ingin film ini terasa asli sehingga tim produksi menyewa lebih banyak orang Timur Tengah untuk adegan keramaian,” ujar seorang sumber dilansir dari Aceshowbiz.

8. Disney sempat melirik Dev Patel, Riz Ahmed dan Tara Sutaria untuk memerankan Aladdin dan Jasmine
Dev Patel adalah aktor berkebangsaan Inggris berusia 29 tahun. Orangtuanya merupakan keturunan Gujarat yang beragama Hindu. Riz Ahmed adalah aktor Inggris keturunan Pakistan yang berumur 37 tahun. Keduanya sempat dilirik Disney menjadi pemeran Aladdin.

Namun pilihan akhirnya jatuh pada Meena Massoud, aktor Inggris yang berasal dari Mesir, berumur 28 tahun. Sementara Tara Sutaria adalah aktris, penyanyi dan penari asal India. Dilansir dari Freepressjournal.in Tara Sutaria mengungkapkan ia seharusnya bermain di Film Aladdin sebagai Jasmine.

Dia bahkan pergi ke London dan tinggal di sana selama beberapa bulan untuk bekerja. Tetapi ia tidak bisa menyelesaikannya. Ketika ditanya mengapa ia meninggalkannya, Tara Sutaria tak bisa mengungkapkan alasannya hingga akhirnya peran itu jatuh pada Naomi Scott.

Fakta Mengenai Film Foxtrot Six Dari Indonesia

Fakta Mengenai Film Foxtrot Six Dari Indonesia

Supervideofree.net – Industri perfilman Indonesia tampaknya kian mengembangkan kualitasnya dari waktu ke waktu. Banyak sutradara Indonesia yang mulai menggandeng pekerja film Hollywood untuk berkolaborasi dalam penggarapan film tanah air. Salah satu film kolaborasi Indonesia dan Amerika yang paling dinanti tahun ini adalah film Foxtrot Six yang telah tayang pada 21 Februari 2019 lalu. MD Pictures selaku rumah produksi film ini bekerja sama dengan Rapid Eye Production, rumah produksi asal Texas, Amerika Serikat.

Film Foxtrot Six disutradarai oleh Randy Korompis yang juga merupakan debut Randy dalam industri perfilman setelah naskahnya dilirik oleh produser ternama Hollywood, Mario Kassar. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta mengenai film Foxtrot Six dari Indonesia :

1. Film laga yang menegangkan
Film Foxtrot Six merupakan film yang mengangkat genre action atau laga sehingga banyak menampilkan adegan perkelahian serta pertempuran menggunakan senjata api. Selain itu banyak pula adegan menantang yang akan menambah ketegangan saat menyaksikan film ini. Di antaranya adalah adegan lift yang terjatuh, adegan skydive, serta pertarungan antara manusia melawan robot.

2. Mengisahkan tentang Indonesia di masa depan
Film Foxtrot Six bercerita tentang kondisi Indonesia pada rentan waktu 12 tahun ke depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam. Mereka kemudian membuat tim yang beranggotakan 6 orang. Film ini juga akan menggambarkan Indonesia yang belasan tahun ke depan akan lebih dikendalikan oleh teknologi juga robot-robot canggih.

3. Kolaborasi dengan produser ternama Hollywood
Nama produser ternama Mario Kassar mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta film di seluruh dunia. Pasalnya Mario sebelumnya telah memproduseri sejumlah film populer Hollywood, di antaranya adalah film Rambo: First Blood Part II, Total Recall, Terminator 2: Judgement Day dan Bassic Instict. Ia bersama Andrew G. Vajna pernah mendirikan Carolco Pictures pada 1970-an.

4. Dibintangi aktor dan aktris ternama tanah air
Film Foxtrot Six dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama tanah air, di antaranya adalah Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Arifin Putra, Rio Dewanto, Mike Lewis, Miller Khan, Cok Simbara, Edward Akbar serta aktris cantik Julie Estelle dan Aurelie Moeremans.

5. Penambahan efek CGI
Proyek penggarapan film Foxtrot Six sudah dimulai pada 2015. Namun, proses syuting baru mulai dilakukan di tahun 2017. Foxtrot Six ini merupakan film aksi pertama di Indonesia yang didukung teknologi computer graphics interface (CGI) penuh. Penggunaan CGI ini diharapkan bisa memberi hasil visual yang menarik. Tak tanggung tanggung, visual efek dan CGI untuk film ini dikerjakan langsung oleh Andrew Juano yang telah sukses menggarap beberapa film seperti Walking Dead serta Life of Pie.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Time to Hunt

6. Bootcamp ala militer saat persiapan syuting
Sebelum proses syuting dilakukan, enam pemain utama Foxtrot Six yaitu Oka Antara, Verdi Solaeman, Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Arifin Putra dan Mike Lewis melakukan bootcamp ala militer. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat keenam pemain utama film ini lebih kompak sebagai tim seperti peran yang mereka bawakan. Di bootcamp itu mereka menguji kekompakan dengan banyak melakukan hal bersama dari mulai makan, tidur hingga menyelesaikan simulasi misi penyelamatan seseorang dari sebuah gedung lantai dua dengan pembagian peran sesuai karakter masing-masing di dalam film.

7. Aktor dan aktris ‘dilayani’ dengan standar Hollywood
Penggarapan film ini dilakukan dengan standar Hollywood, dimana segala sesuatunya benar-benar diperhatikan secara detail. Para aktor dan aktris yang terlibat di film ini mengaku mendapat pengalaman baru dari mulai dari proses syuting dilakukan tidak lebih dari 12 jam perhari yang dilakukan untuk menjaga mood dan konsentrasi para pemain. Hingga adanya tim khusus yang meliputi ahli gizi yang mengatur makanan para pemain, hingga pelatih dialek karena di film ini menggunakan percakapan aksen American-English.

8. Trailer resmi film Foxtrot Six sudah dirilis sejak 4 Desember 2018
Trailer resm film Foxtrot Six telah dirilis oleh channel YouTube MD Pictures dengan durasi 2 menit 31 detik dan telah ditonton sebanyak lebih dari 3 juta kali. Trailer ini juga mendapat banyak respon positif yang mengaku antusias dengan gebrakan baru film Indonesia ini.

Fakta Mengenai Film Time to Hunt

Fakta Mengenai Film Time to Hunt

Supervideofree.net – Popularitas Choi Woo Shik semakin melesat setelah membintangi film sukses, Parasite (2019). Setelah Parasite berhasil menang di SAG Awards pada Januari lalu, pemeran Kim Ki Woo di film garapan Bong Joon Ho tersebut dikabarkan segera comeback di film baru.

Film yang berjudul Time to Hunt tersebut tak hanya dibintangi Choi Woo Shik, namun juga Lee Je Hoon dan Ahn Jae Hong, lho. Gak kalah berkualitas dari film-film yang dibintangi Choi Woo Shik sebelumnya, yuk simak beberapa fakta menarik mengenai film Time to Hunt !

1. Mengangkat tema dystopian yang unik abis
Dystopian atau distopia merupakan salah satu tema yang sering diangkat dalam karya fiksi, termasuk film. Meski begitu, industri perfilman Hollywood-ah yang lebih sering mengangkat tema mengenai distopia, yakni dunia imajiner yang penuh dengan hal-hal tidak menyenangkan, seperti kemiskinan dan kelaparan.

Karena itu, film Time to Hunt menjadi salah satu yang paling ditunggu pencinta sinema mengingat film ini mengangkat tema distopia! Bercerita di suatu masa saat kemiskinan merajalela, empat sekawan berusaha melakukan kejahatan. Namun mereka justru dikejar-kejar oleh seorang pria misterius.

2. Judul awalnya bukanlah Time to Hunt
Dilansir dari asianwiki.com, film yang bergenre thriller dan action ini pada awalnya bukan menggunakan judul bahasa Inggris Time to Hunt. Film yang berjudul asli 사냥의 시간 atau Sanyangui Shigan ini awalnya “diterjemahkan” menjadi The Night of the Hunter. Namun kemudian diganti menjadi Time to Hunt menjelang perilisan.

3. Menjadi reuni antara sang sutradara dan dua pemeran utamanya
Film Time to Hunt merupakan garapan dari sutradara Yoon Sung Hyun. Uniknya, film ini juga menjadi reuninya dengan dua aktor, yaitu Lee Je Hoon dan Park Jung Min. Sebelum Time to Hunt, ketiganya sudah bekerja sama dalam film bertajuk Bleak Night (2010) yang berhasil memenangkan banyak penghargaan.

Baca Juga : Fakta Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah

4. Merupakan film comeback Lee Je Hoon setelah tiga tahun
Lee Je Hoon terkenal karena perannya di KDrama Signal dan banyak film, seperti Architecture 101 (2012). Namun setelah membintangi I Can Speak pada 2017 lalu, Lee Je Hoon tak mengambil proyek film apa pun. Karena itu, Time to Hunt pun menjadi film comeback-nya setelah tiga tahun.

5. Menjadi film kedua Ahn Jae Hong yang dirilis tahun 2020
Ahn Jae Hong merupakan salah satu aktor Korea yang produktif membintangi film. Misalnya, di tahun 2020 ini, dua filmnya dirilis dalam jangka waktu sebulan. Sebelum Time to Hunt yang dijadwalkan rilis pada bulan Februari, film komedi Ahn Jae Hong yang berjudul Secret Zoo sudah terlebih dulu diputar di bioskop mulai 15 Januari.

6. Termasuk salah satu film yang akan diputar di Berlin International Film Festival ke-70
Dilansir dari forbes.com dan hollywoodreporter.com, film Time to Hunt akan memiliki special gala screening di Berlin International Film Festival ke-70! Merupakan salah satu dari festival film terbesar di dunia, Berlin International Film Festival akan digelar mulai 20 Februari hingga 1 Maret mendatang.

7. Dibintangi sederet aktor ternama
Kualitasnya gak kaleng-kaleng, film Time to Hunt menggaet nama-nama besar industri perfilman Korea. Di antaranya, ada Lee Je Hoon yang akan berakting sebagai Joon Seok, Ahn Jae Hong sebagai Jang Ho, Choi Woo Shik sebagai Ki Hoon, Park Jung Min sebagai Sang Soo, Park Hae Soo sebagai Han, dan masih banyak lagi.

Fakta Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah

Fakta Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah

Supervideofree.net – Sosok Emak dan Abah dalam sinetron Keluarga Cemara yang sempat ramai di tahun 1996 silam kini kembali hadir menyapa penggemarnya. Kali ini, dengan judul yang sedikit berbeda yaitu Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah akan ditayangkan menjadi sebuah film yang disutradarai Dedi Setiadi sekaligus pemeran sinetron Keluarga Cemara seperti Adi Kurdi, Novia Kolopaking, Ceria Hade dan beberapa nama baru ikut terlibat. Rencananya, film dengan genre drama keluarga ini akan meluncur di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 16 April mendatang.

Diproduksi oleh Alimi Pictures, pada hari Rabu (4/3) di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, kru bersama pemain membagikan pengalaman seru sekaligus launching poster dan trailer film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai fakta menarik terima kasih emak terima kasih abah :

1. Kembalinya Novia Kolopaking ke dunia hiburan setelah 20 tahun
Lama tak terlihat di layar kaca, pemeran Emak yaitu Novia Kolopaking akhirnya kembali berakting. Ia tak dapat menyembunyikan rasa rindu bisa kembali bermain dengan pemain sinetron Keluarga Cemara lainnya. “Terakhir syuting 20 tahun lalu, kalau saya mau syuting lagi saya berpikir untuk bahagia,” ujarnya.

Novia melanjutkan alasan utama dirinya menerima tawaran kembali memerankan Emak adalah sang sutradara, Dedi Setiadi yang juga menjadi sutradara sinetron Keluarga Cemara dahulu. “Karena diajak Om Dedi, kalau Om Dedi yang ngajak dan bisa bikin bahagia, saya mau. Ini sekaligus menjadi reunian, itu yang utama,” tambahnya.

2. Film ini tidak ada kaitannya dengan film Keluarga Cemara
Mungkin kamu menyangka bahwa film ini merupakan kelanjutan dari film Keluarga Cemara yang sebelumnya diproduksi oleh Visinema Pictures. Selaku Executive Produser, Anas Alimi menegaskan bahwa Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah memiliki cerita yang berbeda. “Film ini sesuai dengan novel yang ditulis oleh FX Rudy Gunawan, hanya saja pemainnya memang pernah main di sinetron Keluarga Cemara. Saya komunikasi dengan Mas Angga soal semuanya, film ini murni benar-benar baru,” ujarnya.

Sempat disebut namanya oleh Anas, sang penulis novel Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah, FX Rudy Gunawan menceritakan tujuannya saat menulis ceritanya. “Sederhana saja, tentang kepedulian akan hal sekecil apa pun, dukungan keluarga juga sangat penting. Saya ingin mengajak orang-orang kembali ke hal yang sederhana ini,” ujar Rudy.

3. Cerita dibuat sederhana tanpa melebih-lebihkan
Bukan hanya pemainnya saja yang reunian, sutradaranya juga lho. Bagi Dedi Setiadi, kembalinya Novia Kolopaking dan pemain lainnya menjadi takdir yang paling indah, “Insya Allah film ini nantinya bisa dikatakan berhasil. Yang jelas, di sinetron Keluarga Cemara itu kita seperti keluarga beneran,” ucapnya.

Dedi juga mengatakan bahwa di film ini nantinya tidak adegan yang dilebih-lebihkan. Cerita akan disajikan secara sederhana selayaknya masalah keluarga yang sering terjadi di Indonesia.

Baca Juga : Film Asia yang Akan Diremake oleh Hollywood

4. Menjadi ajang reuni yang menyenangkan
Selain nama Novia Kolopaking, ada pula Adi Kurdi sebagai Abah, Ceria Hade, Anisa Fujianti dan Pudji Lestari yang kembali beradu akting di project yang sama. Ceria Hade mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya karena bisa kembali dipercaya oleh Dedi untuk bekerja sama dengannya.

Sementara Anisa Fujianti mengaku saat proses syuting berlangsung, tidak ada perubahan ketika ia syuting Keluarga Cemara tempo lalu. “Rasanya sama saja. Kita nostalgia ke zaman di 14 tahun yang lalu. Waktu itu kita pernah liwetan bareng dan sekarang hal itu bisa dilakuin bersama-sama lagi,” ujarnya.

5. Kru dan pemain mengaku tidak mengalami kesulitan
Walaupun pemain lamanya sudah tidak merasa canggung, ternyata nama-nama baru yang muncul di film ini pun mengaku mudah akrab dengan Novia dan yang lainnya. “Senang banget bisa bermain sama pemain senior. Kami merasa berkesan dan cerita ini menggambarkan keluarga yang sederhana,” ujar Cut Ashifa.

Karena mudah akrabnya tersebut, aktris muda Novia Syahrani sampai gak mau berpisah dengan pemain lainnya. “Pas pisah syuting, aku sampai nangis. Karena memang sudah sedekat itu,” ujar Novia.

Itulah 5 fakta seputar film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah. Novia Kolopaking dan pemain lainnya berharap agar film ini bisa memberikan manfaat positif untuk banyak orang. Jangan lupa catat tanggal tayangnya di 16 April 2020 ya.

Film Asia yang Akan Diremake oleh Hollywood

Film Asia yang Akan Diremake oleh Hollywood

Supervideofree.net – Boomingnya film Parasite di sepanjang tahun 2019 berhasil membuat banyak studio ternama di Hollywood tertarik untuk memproduksi ulang mahakarya Bong Joon Ho tersebut. Setelah sempat dikabarkan menjadi rebutan antar studio, stasiun TV HBO akhirnya resmi menjadi pemegang hak cipta Parasite untuk didaur ulang menjadi versi Amerika.

Namun Parasite bukanlah satu-satunya film Asia yang berhasil ‘dilirik’ Hollywood untuk diproduksi ulang. Termasuk Parasite, berikut beberapa film Asia yang  akan di-remake oleh Hollywood dalam waktu dekat.

➢ 1. Akira
Produksi versi remake dalam bentuk live action dari film animasi Jepang, Akira, sudah cukup lama direncanakan oleh Warner Bros. Marco J. Ramirez yang menulis serial Daredevil dari Netflix telah dipilih untuk menulis skenario Akira.

Sementara itu, kursi sutradara yang awalnya diserahkan kepada Jaume Collet-Sera (Non-Stop) kabarnya akan diambil alih oleh Taika Waititi (THOR: Ragnarok, Jojo Rabbit). Dilansir dari Denofgeek.com, film live action Akira versi Hollywood dijadwalkan rilis pada Mei 2021.

➢ 2. Attack on Titan
Anime populer Jepang Attack on Titan sudah pernah dibuatkan film live action pada 2015, namun versi tersebut justru menuai kritik dari penggemar. Setelah live action AOT dinilai gagal, Hollywood bergerak mengambil alih.

Tahun 2017 lalu, Warner Bros. mengumumkan rencananya untuk memproduksi ulang live action Attack On Titan dengan memilih Andy Mischietti (IT, IT: Chapter Two) sebagai sutradara. Namun untuk memulai proses produksinya, tim harus menunggu sampai Andy selesai dengan project film solo superhero The Flash.

➢ 3. Big Man Japan
Film komedi dari negeri sakura yang dirilis tahun 2007 ini juga tak luput dari lirikan Hollywood. Kabarnya, Big Man Japan versi Amerika akan dikerjakan oleh Matt Manfredi dan Phil Hay dari Clash of the Titans sebagai penulis skenario. Namun sejak projectnya pertama kali diumumkan pada tahun 2013 lalu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai sutradara atau pemain untuk film ini.

➢ 4. Extreme Job
Produksi ulang film aksi-komedi asal Korea Selatan, Extreme Job, diumumkan sendiri oleh aktor sekaligus komedian Kevin Hart pada April 2019. Di bawah naungan Universal Pictures, ia akan memproduksi Extreme Job dengan gaya komedi yang lebih Amerika. Kabarnya, Extreme Job versi Amerika akan dirilis pada tahun 2021.

Baca Juga : Fakta Menarik Film Alita Battle Angle

➢ 5. Parasite
Setelah sempat simpang-siur, kabar versi remake Hollywood untuk film peraih Best Picture Oscar 2020, Parasite, akhirnya dikonfirmasi langsung oleh sang sutradara, Bong Joon Ho.

Bukan dalam bentuk film, Parasite versi Hollywood akan dibuat dalam format serial TV yang ditayangkan di HBO. Bong Joon Ho akan menangani langsung project ini sebagai sutradara dan penulis. Baru-baru ini, aktor Mark Ruffalo pemeran Hulk mengonfirmasi bahwa ia menjadi kandidat kuat untuk menjadi pemeran utama di Parasite versi Hollywood.

➢ 6. The Gangster, The Cop, and The Devil
Di saat bersamaan ketika Kevin Hart mengumumkan produksi Extreme Job, aktor senior Hollywood, Sylvester Stallone mengumumkan project remake film Korea Selatan miliknya sendiri.

Pemeran Rambo ini resmi mengumumkan rencananya untuk mendaur ulang film The Gangster, The Cop, and The Devil pada April 2019 lalu. Sylvester juga sudah menggandeng aktor Korea Ma Dong Seok dari film original untuk turut membintangi versi Amerika nanti.

➢ 7. Your Name
Terakhir, ada film animasi Jepang yang mencetak kesuksesan di box office tahun 2017, Your Name. Studio Bad Robot milik sutradara Star Wars, J.J. Abrams, telah resmi membeli hak tayang Your Name pada tahun 2018. Abrams disebut akan menangani project ini sebagai produser. Baru-baru ini, ia juga telah memilih penulis skenario, yakni Eric Heisserer, yang sebelumnya populer lewat film Arrival.

Itulah 7 film populer dari Asia yang akan segera diproduksi ulang oleh Hollywood. Film mana yang paling kamu nantikan nih?

Fakta Menarik Film Alita Battle Angle

Fakta Menarik Film Alita Battle Angle

Supervideofree.net – Film yang ditunggu-tunggu tahun ini, Alita: Battle Angel akhirnya tayang. Alita: Battle Angel merupakan film yang diadaptasi dari manga terkenal di Jepang berjudul Gunnm (dibaca: Ganmu). Kenapa film ini sangat dinanti-nanti? Salah satu alasannya karena penulis skenario film ini adalah James Cameron yang merupakan sutradara film legendaris Titanic dan Avatar.

Disutradarai oleh Robert Rodriguez, Alita: Batle Angel menggunakan teknik CGI yang menjadikan adegan-adegan di dalam film ini menjadi sangat ciamik. Film ini bercerita tentang kisah robot perempuan bernama Alita, yang tidak dapat mengingat masa lalunya dan menjadi petarung.

Buat yang penasaran dengan film Alita: Battle Angel ini, berikut ini akan kami lansir dari Fandom, beberapa fakta menarik dari film Alita: Battle Angel yang perlu kamu ketahui.

Adaptasi dari Manga Populer
Awalnya, Alita ini merupakan manga yang diciptakan oleh Yukito Kishiro. Kemudian, Cameron bersama rekan produser lainnya, John Landau, pergi ke Jepang untuk bertemu Kishiro agar mendapatkan izin untuk mejadikan Alita diadaptasi menjadi film. Cameron tetap ingin setia menggunakan gaya manga, dan beberapa elemen yang ia sukai seperti Motorball.

Alita: Battle Angel ini merupakan judul terjemahan, karena untuk judul aslinya sendiri sebenarnya adalah Gunnm. Dibaca Ganmu, yang memiliki artian senjata impian dari negeri matahari terbit. Pada karya aslinya, Gunnm bercerita tentang seorang gadis cyborg yang ditemukan oleh Dr. Dyson Ido di tempat sampah. Dr. Dyson Ido (Christoph Waltz) merupakan seorang ilmuwan spesialisasi dalam teknologi cyborg.

Lalu, Dyson Ido memodifikasi organ inti Alita dengan tubuh cyborg yang dibuatnya sendiri. Nah, inilah tantangan Alita, di mana dirinya harus beradaptasi di tubuh yang baru dan juga kehilangan ingatan tentang masa lalunya.

Baca Juga : Beberapa Film Taylor Swift yang Wajib Ditonton

Proses Perjalanan yang Panjang
Untuk mengerjakan proses film ini, Cameron menghabiskan waktu lebih dari 15 tahun karena dirinya sempat menunda proses produksi untuk menggarap film Avatar waktu itu.

Cameron meminta Rodriguez untuk membantu menyingkat skenario yang telah ditulisnya. Namun penyempitan cerita tersebut tetap mempertahankan adegan inti dari cerita aslinya.

Menggunakan Motion Capture
Film ini menggunakan motion capture yang merupakan sebuah proses merekam gerakan dari sebuah objek. Proses ini memang banyak digunakan untuk pembuatan film atau game, yang merekam setiap gerakan aktor untuk kemudian diolah kembali dalam bentuk 3D.

Penggabungan dengan teknologi Computer Generated Imagery (CGI), membuat film ini menjadi tampak cantik. CGI ini merupakan teknik pencitraan 3D yang dilakukan oleh komputer. CGI termasuk ke dalam golongan special effect yang biasa digunakan dalam pembuatan film, iklan, acara tv, dan game.

Mata Besar yang Menggoda
Dalam filmnya, karakter Alita memang digambarkan sesuai manga aslinya, di mana memiliki mata yang sangat besar. Rupanya Cameron memang tak ingin menghilangkan mata besar yang menjadi ciri khas utama pada tokoh gadis ini. Hal itu juga merupakan persetujuan awal Cameron dengan Kishiro. Setelah trailernya dirilis, sempat banyak diskusi mengenai mata Alita yang besar ini. Banyak warganet yang kurang sreg dengan penampilan Alita dengan mata besarnya.

Senjata Utama yang Unik
Lazimnya, dalam film action produksi Hollywood lebih banyak menggunakan pistol atau senjata api lainnya. Namun tidak demikian dengan film Alita ini. Cameron membuat Alita lebih banyak menggunakan pedang sebagai bentuk pertahanan diri. Selain itu, hampir seluruh anggota tubuh Alita bisa dijadikan senjata tajam.