Fakta Menarik Mengenai Film The Invisible Man

Supervideofree.net – Seiring mengendurnya kekuatan Milea: Suara Dari Dilan serta Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn, sejumlah film baru tayang di bioskop. Salah satunya, The Invisible Man.

The Invisible Man karya Leigh Whannell yang menempatkan Elisabeth Moss sebagai pemeran utama. The Invisible Man telah tayang di bioskop Indonesia pada Rabu (26/2/2020) lalu. Film horor ini panen pujian dari kritikus.

Dengan biaya produksi hanya satu digit, The Invisible Man diprediksi mudah mengeruk dolar dari peredarannya di seluruh dunia. Berencana menonton The Invisible Man pekan ini? Sebelum ke bioskop, simak dulu beberapa fakta menarik mengenai film the invisible man yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Penyegaran Pasca Bencana The Mummy
Proyek ini bentuk penyegaran sekaligus bagian dari Jagat Sinema Monster Klasik (shared cinematic universe) milik Universal. Jagat sinema ini dimulai pada 2017 saat The Mummy yang dibintangi Tom Cruise dilempar ke pasar.

Sayang, film ini dicaci maki kritikus. Bahkan, Tom Cruise nomine Aktor Terburuk di Razzie Awards. Bencana yang dibawa The Mummy membuat Universal Pictures menghentikan semua proyek yang berkaitan dengan Jagat Sinema Monster Klasik.

2. Syuting di Australia
Pada 2019, proyek ini digerakkan kembali dengan sejumlah perubahan. Universal Studio menyalakan lampu hijau untuk The Invisible Man dengan catatan, film ini dituturkan dengan sudut pandang lebih personal.

The Invisible Man dikembangkan ulang dengan Leigh Whannell sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. Tahap praproduksi dieksekusi selama 6 bulan. Juli 2019, syuting dimulai. Lokasinya, di Sydney, Australia. Syuting selesai pada September 2019.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Sonic The Hedgehog

3. Jagat Sinema Monster Resmi Batal
Lahirnya The Invisible Man menandai batalnya Jagat Sinema Monster Klasik milik Universal. Padahal, jagat sinema ini tampak menjanjikan. Selain Tom Cruise, jagat sinema ini diperkuat Russell Crowe, Johnny Depp, dan Penelope Cruz.

Januari 2019, Universal menyebut film-film yang semula diisukan sebagai “anggota” Jagat Sinema Monster Klasik akan dibuat berdasarkan karakter dan cerita yang berdiri sendiri. BlumHouse dipinang untuk memperkuat megaproyek ini.

4. Bujet Super Realistis
Konon, musibah The Mummy membuat film-film yang dibuat berdasarkan karakter ini digarap dengan bujet sangat realistis. The Invisible Man misalnya, hanya dimodali 7 juta dolar AS dan tanpa diperkuat megabintang.

Maret 2019, Elizabeth Moss menjalani negosiasi dengan BlumHouse. Proses negosiasi berjalan mulus. Tak heran jika sebulan kemudian sejumlah pemain pendukung didapat di antaranya Storm Reid, Aldis Hodge, dan Harriet Dyer.

5. Terciptanya Dark Universe
Sejak awal, produser Jason Blum mengabarkan bahwa The Invisible Man bukan anggota Jagat Sinema Monster Klasik. Saat publik mendengar rencana pembuatan The Invisible Man, Jason Blum segera mengonformasi bahwa Johnny Depp tidak akan membintangi film ini.

The Invisible Man akan jadi pembuka bagi Dark Universe atau Jagat Sinema Kelam. Film ini tayang di bioskop Amerika Serikat pada 28 Februari 2020. Beruntung, dalam sesi gala premier film ini panen pujian.

6. Lebih Menarik, Lebih Dalam
Panen pujian membuat Elisabeth Moss optimistis The Invisible Man mampu melenggang di tangga box office dunia. Disinggung soal peran sebagai Cecilia Kass, Elisabeth Moss menyebutnya sebagai kenyataan yang melampaui harapan.

“Saya selalu jatuh hati pada film horor dan diam-diam menginginkan peran gadis yang berlari sambil menjerit histeris ketakutan. Nah, Cecilia Kass memberikan semua itu dengan penokohan yang lebih menarik sekaligus mendalam,” ujarnya ketika diwawancara The Guardian, baru-baru ini.