Fakta Mengenai Film Live Action Aladdin

Fakta Mengenai Film Live Action Aladdin

Supervideofree.net – Film live action, Aladdin, adalah film yang paling ditunggu bagi penggemar Disney di seluruh dunia. Film garapan sutradara Guy Ritchie adalah remake dari film Aladdin versi kartun yang tayang pada tahun 1992.

Meskipun paling ditunggu, film ini menuai kontroversi dari Naomi Scott yang dinilai kurang pantas memerankan Putri Jasmine sampai Genie yang awalnya dikira tak berbadan biru. Tapi di balik kontroversi itu, terdapat beberapa fakta yang menarik mengenai film live action aladdin. Yuk kita simak!

1. Lokasi syuting berada di Yordania
Yordania adalah tempat yang dipilih oleh pihak Disney. Dan Lin dan para kru ingin film Aladdin dibuat se-authentic mungkin. Wadi Rum menjadi salah satu tempat yang dipilih Disney dalam pengambilan gambar film ini. Wadi Rum adalah padang pasir luas dengan

bebatuan raksasa. Ketika mengunjungi tempat ini, kita akan merasa seperti di Mars. Para Ilmuan bahkan menjulukinya sebagai Mars-nya Bumi. Sebelum Aladdin, tempat ini juga pernah menjadi lokasi syuting film The Martian.

2. Naomi Scott “menipu” kru
Naomi Scott mengaku “menipu” para Kru sehingga ia berhasil mendapatkan peran Putri Jasmine di Film Aladdin. Naomi yang memiliki karakter tomboy, tiba-tiba mengubah dirinya menjadi gadis feminin bak seorang putri pada saat audisi.

Ia rela pergi ke sebuah toko pakaian Topshop di Jalan Oxford, London untuk membeli gaun bewarna biru, bercorak bunga-bunga untuk memancarkan aura femininnya. Selama audisi, ia selalu mengenakan pakaian feminin sampai akhirnya ia didapuk menjadi pemeran Putri Jasmine.

“Ketika aku muncul di latihan pertama, aku mengenakan baju olahraga. Aku seperti ingin mengatakan, ‘Inilah aku yang sebenarnya. Ha ha, aku menipu kalian!'” ujar Naomi Scott.

3. Agrabah dibuat nyata! Proses pembuatanya memakan waktu hampir 4 bulan, luasnya dua kali lapangan bola!
Kota Agrabah adalah kota fiksi yang merupakan kota perpaduan budaya Arab dan Persia. Para kru perlu membuat kota tersebut. Pembuatan kota ini tidak main-main karena menghabiskan waktu hampir 4 bulan, yaitu 15 minggu karena kota Agrabah dibuat seluas dua kali lapangan sepak bola.

4. Dinding dua di film Aladdin dilapisi berlian asli!
Salah satu tempat di film Aladdin adalah Cave of Wonders, di mana Aladdin menemukan lampu ajaib. Melansir dari Entertainment Tonight, bahwa dinding gua dilapisi oleh perhiasan asli, namun perhiasan yang tergeletak di lantai terbuat dari karet supaya aman bila terinjak.

5. Zayn Malik memilih Zhavia untuk menjadi rekan duetnya
Zayn di bebaskan untuk memilih rekan duetnya untuk menyanyikan A Whole New World, soundtrack film Aladdin. Ia memilih Zhavia Ward, penyanyi muda yang memiliki suara kuat. Menurut Zayn, suara Zhavia bisa menjadi warna baru di lagu ini.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Foxtrot Six Dari Indonesia

6. Sulitnya mencari pemeran Aladdin
Pihak Disney benar-benar berusaha keras menggarap film ini. Guy Ritchie dan casting director Randi Hiller mengadakan audisi dari London, Abu Dhabi sampai India dan melibatkan 2000 orang. Sang sutradara dibuat pusing karena pihak Disney meminta pemeran Aladdin adalah aktor berumur sekitar 20-an dan berasal dari Timur Tengah atau Gujarat. Selain itu, ia harus pandai menyanyi dan menari. Duh, totalitas banget ya.

7. Banyak pemeran tambahan dari Timur Tengah
Sempat beredar kabar bahwa banyak pemain di film tersebut yang merupakan orang kulit putih namun didandani menjadi orang Timur Tengah. Disney membantah pernyataan tersebut dengan menambahkan banyak pemain figuran yang berasal dari Timur Tengah.

“Mereka ingin film ini terasa asli sehingga tim produksi menyewa lebih banyak orang Timur Tengah untuk adegan keramaian,” ujar seorang sumber dilansir dari Aceshowbiz.

8. Disney sempat melirik Dev Patel, Riz Ahmed dan Tara Sutaria untuk memerankan Aladdin dan Jasmine
Dev Patel adalah aktor berkebangsaan Inggris berusia 29 tahun. Orangtuanya merupakan keturunan Gujarat yang beragama Hindu. Riz Ahmed adalah aktor Inggris keturunan Pakistan yang berumur 37 tahun. Keduanya sempat dilirik Disney menjadi pemeran Aladdin.

Namun pilihan akhirnya jatuh pada Meena Massoud, aktor Inggris yang berasal dari Mesir, berumur 28 tahun. Sementara Tara Sutaria adalah aktris, penyanyi dan penari asal India. Dilansir dari Freepressjournal.in Tara Sutaria mengungkapkan ia seharusnya bermain di Film Aladdin sebagai Jasmine.

Dia bahkan pergi ke London dan tinggal di sana selama beberapa bulan untuk bekerja. Tetapi ia tidak bisa menyelesaikannya. Ketika ditanya mengapa ia meninggalkannya, Tara Sutaria tak bisa mengungkapkan alasannya hingga akhirnya peran itu jatuh pada Naomi Scott.

Fakta Mengenai Film Foxtrot Six Dari Indonesia

Fakta Mengenai Film Foxtrot Six Dari Indonesia

Supervideofree.net – Industri perfilman Indonesia tampaknya kian mengembangkan kualitasnya dari waktu ke waktu. Banyak sutradara Indonesia yang mulai menggandeng pekerja film Hollywood untuk berkolaborasi dalam penggarapan film tanah air. Salah satu film kolaborasi Indonesia dan Amerika yang paling dinanti tahun ini adalah film Foxtrot Six yang telah tayang pada 21 Februari 2019 lalu. MD Pictures selaku rumah produksi film ini bekerja sama dengan Rapid Eye Production, rumah produksi asal Texas, Amerika Serikat.

Film Foxtrot Six disutradarai oleh Randy Korompis yang juga merupakan debut Randy dalam industri perfilman setelah naskahnya dilirik oleh produser ternama Hollywood, Mario Kassar. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta mengenai film Foxtrot Six dari Indonesia :

1. Film laga yang menegangkan
Film Foxtrot Six merupakan film yang mengangkat genre action atau laga sehingga banyak menampilkan adegan perkelahian serta pertempuran menggunakan senjata api. Selain itu banyak pula adegan menantang yang akan menambah ketegangan saat menyaksikan film ini. Di antaranya adalah adegan lift yang terjatuh, adegan skydive, serta pertarungan antara manusia melawan robot.

2. Mengisahkan tentang Indonesia di masa depan
Film Foxtrot Six bercerita tentang kondisi Indonesia pada rentan waktu 12 tahun ke depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam. Mereka kemudian membuat tim yang beranggotakan 6 orang. Film ini juga akan menggambarkan Indonesia yang belasan tahun ke depan akan lebih dikendalikan oleh teknologi juga robot-robot canggih.

3. Kolaborasi dengan produser ternama Hollywood
Nama produser ternama Mario Kassar mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta film di seluruh dunia. Pasalnya Mario sebelumnya telah memproduseri sejumlah film populer Hollywood, di antaranya adalah film Rambo: First Blood Part II, Total Recall, Terminator 2: Judgement Day dan Bassic Instict. Ia bersama Andrew G. Vajna pernah mendirikan Carolco Pictures pada 1970-an.

4. Dibintangi aktor dan aktris ternama tanah air
Film Foxtrot Six dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama tanah air, di antaranya adalah Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Arifin Putra, Rio Dewanto, Mike Lewis, Miller Khan, Cok Simbara, Edward Akbar serta aktris cantik Julie Estelle dan Aurelie Moeremans.

5. Penambahan efek CGI
Proyek penggarapan film Foxtrot Six sudah dimulai pada 2015. Namun, proses syuting baru mulai dilakukan di tahun 2017. Foxtrot Six ini merupakan film aksi pertama di Indonesia yang didukung teknologi computer graphics interface (CGI) penuh. Penggunaan CGI ini diharapkan bisa memberi hasil visual yang menarik. Tak tanggung tanggung, visual efek dan CGI untuk film ini dikerjakan langsung oleh Andrew Juano yang telah sukses menggarap beberapa film seperti Walking Dead serta Life of Pie.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Time to Hunt

6. Bootcamp ala militer saat persiapan syuting
Sebelum proses syuting dilakukan, enam pemain utama Foxtrot Six yaitu Oka Antara, Verdi Solaeman, Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Arifin Putra dan Mike Lewis melakukan bootcamp ala militer. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat keenam pemain utama film ini lebih kompak sebagai tim seperti peran yang mereka bawakan. Di bootcamp itu mereka menguji kekompakan dengan banyak melakukan hal bersama dari mulai makan, tidur hingga menyelesaikan simulasi misi penyelamatan seseorang dari sebuah gedung lantai dua dengan pembagian peran sesuai karakter masing-masing di dalam film.

7. Aktor dan aktris ‘dilayani’ dengan standar Hollywood
Penggarapan film ini dilakukan dengan standar Hollywood, dimana segala sesuatunya benar-benar diperhatikan secara detail. Para aktor dan aktris yang terlibat di film ini mengaku mendapat pengalaman baru dari mulai dari proses syuting dilakukan tidak lebih dari 12 jam perhari yang dilakukan untuk menjaga mood dan konsentrasi para pemain. Hingga adanya tim khusus yang meliputi ahli gizi yang mengatur makanan para pemain, hingga pelatih dialek karena di film ini menggunakan percakapan aksen American-English.

8. Trailer resmi film Foxtrot Six sudah dirilis sejak 4 Desember 2018
Trailer resm film Foxtrot Six telah dirilis oleh channel YouTube MD Pictures dengan durasi 2 menit 31 detik dan telah ditonton sebanyak lebih dari 3 juta kali. Trailer ini juga mendapat banyak respon positif yang mengaku antusias dengan gebrakan baru film Indonesia ini.

Fakta Mengenai Film Time to Hunt

Fakta Mengenai Film Time to Hunt

Supervideofree.net – Popularitas Choi Woo Shik semakin melesat setelah membintangi film sukses, Parasite (2019). Setelah Parasite berhasil menang di SAG Awards pada Januari lalu, pemeran Kim Ki Woo di film garapan Bong Joon Ho tersebut dikabarkan segera comeback di film baru.

Film yang berjudul Time to Hunt tersebut tak hanya dibintangi Choi Woo Shik, namun juga Lee Je Hoon dan Ahn Jae Hong, lho. Gak kalah berkualitas dari film-film yang dibintangi Choi Woo Shik sebelumnya, yuk simak beberapa fakta menarik mengenai film Time to Hunt !

1. Mengangkat tema dystopian yang unik abis
Dystopian atau distopia merupakan salah satu tema yang sering diangkat dalam karya fiksi, termasuk film. Meski begitu, industri perfilman Hollywood-ah yang lebih sering mengangkat tema mengenai distopia, yakni dunia imajiner yang penuh dengan hal-hal tidak menyenangkan, seperti kemiskinan dan kelaparan.

Karena itu, film Time to Hunt menjadi salah satu yang paling ditunggu pencinta sinema mengingat film ini mengangkat tema distopia! Bercerita di suatu masa saat kemiskinan merajalela, empat sekawan berusaha melakukan kejahatan. Namun mereka justru dikejar-kejar oleh seorang pria misterius.

2. Judul awalnya bukanlah Time to Hunt
Dilansir dari asianwiki.com, film yang bergenre thriller dan action ini pada awalnya bukan menggunakan judul bahasa Inggris Time to Hunt. Film yang berjudul asli 사냥의 시간 atau Sanyangui Shigan ini awalnya “diterjemahkan” menjadi The Night of the Hunter. Namun kemudian diganti menjadi Time to Hunt menjelang perilisan.

3. Menjadi reuni antara sang sutradara dan dua pemeran utamanya
Film Time to Hunt merupakan garapan dari sutradara Yoon Sung Hyun. Uniknya, film ini juga menjadi reuninya dengan dua aktor, yaitu Lee Je Hoon dan Park Jung Min. Sebelum Time to Hunt, ketiganya sudah bekerja sama dalam film bertajuk Bleak Night (2010) yang berhasil memenangkan banyak penghargaan.

Baca Juga : Fakta Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah

4. Merupakan film comeback Lee Je Hoon setelah tiga tahun
Lee Je Hoon terkenal karena perannya di KDrama Signal dan banyak film, seperti Architecture 101 (2012). Namun setelah membintangi I Can Speak pada 2017 lalu, Lee Je Hoon tak mengambil proyek film apa pun. Karena itu, Time to Hunt pun menjadi film comeback-nya setelah tiga tahun.

5. Menjadi film kedua Ahn Jae Hong yang dirilis tahun 2020
Ahn Jae Hong merupakan salah satu aktor Korea yang produktif membintangi film. Misalnya, di tahun 2020 ini, dua filmnya dirilis dalam jangka waktu sebulan. Sebelum Time to Hunt yang dijadwalkan rilis pada bulan Februari, film komedi Ahn Jae Hong yang berjudul Secret Zoo sudah terlebih dulu diputar di bioskop mulai 15 Januari.

6. Termasuk salah satu film yang akan diputar di Berlin International Film Festival ke-70
Dilansir dari forbes.com dan hollywoodreporter.com, film Time to Hunt akan memiliki special gala screening di Berlin International Film Festival ke-70! Merupakan salah satu dari festival film terbesar di dunia, Berlin International Film Festival akan digelar mulai 20 Februari hingga 1 Maret mendatang.

7. Dibintangi sederet aktor ternama
Kualitasnya gak kaleng-kaleng, film Time to Hunt menggaet nama-nama besar industri perfilman Korea. Di antaranya, ada Lee Je Hoon yang akan berakting sebagai Joon Seok, Ahn Jae Hong sebagai Jang Ho, Choi Woo Shik sebagai Ki Hoon, Park Jung Min sebagai Sang Soo, Park Hae Soo sebagai Han, dan masih banyak lagi.

Fakta Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah

Fakta Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah

Supervideofree.net – Sosok Emak dan Abah dalam sinetron Keluarga Cemara yang sempat ramai di tahun 1996 silam kini kembali hadir menyapa penggemarnya. Kali ini, dengan judul yang sedikit berbeda yaitu Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah akan ditayangkan menjadi sebuah film yang disutradarai Dedi Setiadi sekaligus pemeran sinetron Keluarga Cemara seperti Adi Kurdi, Novia Kolopaking, Ceria Hade dan beberapa nama baru ikut terlibat. Rencananya, film dengan genre drama keluarga ini akan meluncur di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 16 April mendatang.

Diproduksi oleh Alimi Pictures, pada hari Rabu (4/3) di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, kru bersama pemain membagikan pengalaman seru sekaligus launching poster dan trailer film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai fakta menarik terima kasih emak terima kasih abah :

1. Kembalinya Novia Kolopaking ke dunia hiburan setelah 20 tahun
Lama tak terlihat di layar kaca, pemeran Emak yaitu Novia Kolopaking akhirnya kembali berakting. Ia tak dapat menyembunyikan rasa rindu bisa kembali bermain dengan pemain sinetron Keluarga Cemara lainnya. “Terakhir syuting 20 tahun lalu, kalau saya mau syuting lagi saya berpikir untuk bahagia,” ujarnya.

Novia melanjutkan alasan utama dirinya menerima tawaran kembali memerankan Emak adalah sang sutradara, Dedi Setiadi yang juga menjadi sutradara sinetron Keluarga Cemara dahulu. “Karena diajak Om Dedi, kalau Om Dedi yang ngajak dan bisa bikin bahagia, saya mau. Ini sekaligus menjadi reunian, itu yang utama,” tambahnya.

2. Film ini tidak ada kaitannya dengan film Keluarga Cemara
Mungkin kamu menyangka bahwa film ini merupakan kelanjutan dari film Keluarga Cemara yang sebelumnya diproduksi oleh Visinema Pictures. Selaku Executive Produser, Anas Alimi menegaskan bahwa Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah memiliki cerita yang berbeda. “Film ini sesuai dengan novel yang ditulis oleh FX Rudy Gunawan, hanya saja pemainnya memang pernah main di sinetron Keluarga Cemara. Saya komunikasi dengan Mas Angga soal semuanya, film ini murni benar-benar baru,” ujarnya.

Sempat disebut namanya oleh Anas, sang penulis novel Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah, FX Rudy Gunawan menceritakan tujuannya saat menulis ceritanya. “Sederhana saja, tentang kepedulian akan hal sekecil apa pun, dukungan keluarga juga sangat penting. Saya ingin mengajak orang-orang kembali ke hal yang sederhana ini,” ujar Rudy.

3. Cerita dibuat sederhana tanpa melebih-lebihkan
Bukan hanya pemainnya saja yang reunian, sutradaranya juga lho. Bagi Dedi Setiadi, kembalinya Novia Kolopaking dan pemain lainnya menjadi takdir yang paling indah, “Insya Allah film ini nantinya bisa dikatakan berhasil. Yang jelas, di sinetron Keluarga Cemara itu kita seperti keluarga beneran,” ucapnya.

Dedi juga mengatakan bahwa di film ini nantinya tidak adegan yang dilebih-lebihkan. Cerita akan disajikan secara sederhana selayaknya masalah keluarga yang sering terjadi di Indonesia.

Baca Juga : Film Asia yang Akan Diremake oleh Hollywood

4. Menjadi ajang reuni yang menyenangkan
Selain nama Novia Kolopaking, ada pula Adi Kurdi sebagai Abah, Ceria Hade, Anisa Fujianti dan Pudji Lestari yang kembali beradu akting di project yang sama. Ceria Hade mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya karena bisa kembali dipercaya oleh Dedi untuk bekerja sama dengannya.

Sementara Anisa Fujianti mengaku saat proses syuting berlangsung, tidak ada perubahan ketika ia syuting Keluarga Cemara tempo lalu. “Rasanya sama saja. Kita nostalgia ke zaman di 14 tahun yang lalu. Waktu itu kita pernah liwetan bareng dan sekarang hal itu bisa dilakuin bersama-sama lagi,” ujarnya.

5. Kru dan pemain mengaku tidak mengalami kesulitan
Walaupun pemain lamanya sudah tidak merasa canggung, ternyata nama-nama baru yang muncul di film ini pun mengaku mudah akrab dengan Novia dan yang lainnya. “Senang banget bisa bermain sama pemain senior. Kami merasa berkesan dan cerita ini menggambarkan keluarga yang sederhana,” ujar Cut Ashifa.

Karena mudah akrabnya tersebut, aktris muda Novia Syahrani sampai gak mau berpisah dengan pemain lainnya. “Pas pisah syuting, aku sampai nangis. Karena memang sudah sedekat itu,” ujar Novia.

Itulah 5 fakta seputar film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah. Novia Kolopaking dan pemain lainnya berharap agar film ini bisa memberikan manfaat positif untuk banyak orang. Jangan lupa catat tanggal tayangnya di 16 April 2020 ya.

Film Asia yang Akan Diremake oleh Hollywood

Film Asia yang Akan Diremake oleh Hollywood

Supervideofree.net – Boomingnya film Parasite di sepanjang tahun 2019 berhasil membuat banyak studio ternama di Hollywood tertarik untuk memproduksi ulang mahakarya Bong Joon Ho tersebut. Setelah sempat dikabarkan menjadi rebutan antar studio, stasiun TV HBO akhirnya resmi menjadi pemegang hak cipta Parasite untuk didaur ulang menjadi versi Amerika.

Namun Parasite bukanlah satu-satunya film Asia yang berhasil ‘dilirik’ Hollywood untuk diproduksi ulang. Termasuk Parasite, berikut beberapa film Asia yang  akan di-remake oleh Hollywood dalam waktu dekat.

➢ 1. Akira
Produksi versi remake dalam bentuk live action dari film animasi Jepang, Akira, sudah cukup lama direncanakan oleh Warner Bros. Marco J. Ramirez yang menulis serial Daredevil dari Netflix telah dipilih untuk menulis skenario Akira.

Sementara itu, kursi sutradara yang awalnya diserahkan kepada Jaume Collet-Sera (Non-Stop) kabarnya akan diambil alih oleh Taika Waititi (THOR: Ragnarok, Jojo Rabbit). Dilansir dari Denofgeek.com, film live action Akira versi Hollywood dijadwalkan rilis pada Mei 2021.

➢ 2. Attack on Titan
Anime populer Jepang Attack on Titan sudah pernah dibuatkan film live action pada 2015, namun versi tersebut justru menuai kritik dari penggemar. Setelah live action AOT dinilai gagal, Hollywood bergerak mengambil alih.

Tahun 2017 lalu, Warner Bros. mengumumkan rencananya untuk memproduksi ulang live action Attack On Titan dengan memilih Andy Mischietti (IT, IT: Chapter Two) sebagai sutradara. Namun untuk memulai proses produksinya, tim harus menunggu sampai Andy selesai dengan project film solo superhero The Flash.

➢ 3. Big Man Japan
Film komedi dari negeri sakura yang dirilis tahun 2007 ini juga tak luput dari lirikan Hollywood. Kabarnya, Big Man Japan versi Amerika akan dikerjakan oleh Matt Manfredi dan Phil Hay dari Clash of the Titans sebagai penulis skenario. Namun sejak projectnya pertama kali diumumkan pada tahun 2013 lalu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai sutradara atau pemain untuk film ini.

➢ 4. Extreme Job
Produksi ulang film aksi-komedi asal Korea Selatan, Extreme Job, diumumkan sendiri oleh aktor sekaligus komedian Kevin Hart pada April 2019. Di bawah naungan Universal Pictures, ia akan memproduksi Extreme Job dengan gaya komedi yang lebih Amerika. Kabarnya, Extreme Job versi Amerika akan dirilis pada tahun 2021.

Baca Juga : Fakta Menarik Film Alita Battle Angle

➢ 5. Parasite
Setelah sempat simpang-siur, kabar versi remake Hollywood untuk film peraih Best Picture Oscar 2020, Parasite, akhirnya dikonfirmasi langsung oleh sang sutradara, Bong Joon Ho.

Bukan dalam bentuk film, Parasite versi Hollywood akan dibuat dalam format serial TV yang ditayangkan di HBO. Bong Joon Ho akan menangani langsung project ini sebagai sutradara dan penulis. Baru-baru ini, aktor Mark Ruffalo pemeran Hulk mengonfirmasi bahwa ia menjadi kandidat kuat untuk menjadi pemeran utama di Parasite versi Hollywood.

➢ 6. The Gangster, The Cop, and The Devil
Di saat bersamaan ketika Kevin Hart mengumumkan produksi Extreme Job, aktor senior Hollywood, Sylvester Stallone mengumumkan project remake film Korea Selatan miliknya sendiri.

Pemeran Rambo ini resmi mengumumkan rencananya untuk mendaur ulang film The Gangster, The Cop, and The Devil pada April 2019 lalu. Sylvester juga sudah menggandeng aktor Korea Ma Dong Seok dari film original untuk turut membintangi versi Amerika nanti.

➢ 7. Your Name
Terakhir, ada film animasi Jepang yang mencetak kesuksesan di box office tahun 2017, Your Name. Studio Bad Robot milik sutradara Star Wars, J.J. Abrams, telah resmi membeli hak tayang Your Name pada tahun 2018. Abrams disebut akan menangani project ini sebagai produser. Baru-baru ini, ia juga telah memilih penulis skenario, yakni Eric Heisserer, yang sebelumnya populer lewat film Arrival.

Itulah 7 film populer dari Asia yang akan segera diproduksi ulang oleh Hollywood. Film mana yang paling kamu nantikan nih?

Fakta Menarik Film Alita Battle Angle

Fakta Menarik Film Alita Battle Angle

Supervideofree.net – Film yang ditunggu-tunggu tahun ini, Alita: Battle Angel akhirnya tayang. Alita: Battle Angel merupakan film yang diadaptasi dari manga terkenal di Jepang berjudul Gunnm (dibaca: Ganmu). Kenapa film ini sangat dinanti-nanti? Salah satu alasannya karena penulis skenario film ini adalah James Cameron yang merupakan sutradara film legendaris Titanic dan Avatar.

Disutradarai oleh Robert Rodriguez, Alita: Batle Angel menggunakan teknik CGI yang menjadikan adegan-adegan di dalam film ini menjadi sangat ciamik. Film ini bercerita tentang kisah robot perempuan bernama Alita, yang tidak dapat mengingat masa lalunya dan menjadi petarung.

Buat yang penasaran dengan film Alita: Battle Angel ini, berikut ini akan kami lansir dari Fandom, beberapa fakta menarik dari film Alita: Battle Angel yang perlu kamu ketahui.

Adaptasi dari Manga Populer
Awalnya, Alita ini merupakan manga yang diciptakan oleh Yukito Kishiro. Kemudian, Cameron bersama rekan produser lainnya, John Landau, pergi ke Jepang untuk bertemu Kishiro agar mendapatkan izin untuk mejadikan Alita diadaptasi menjadi film. Cameron tetap ingin setia menggunakan gaya manga, dan beberapa elemen yang ia sukai seperti Motorball.

Alita: Battle Angel ini merupakan judul terjemahan, karena untuk judul aslinya sendiri sebenarnya adalah Gunnm. Dibaca Ganmu, yang memiliki artian senjata impian dari negeri matahari terbit. Pada karya aslinya, Gunnm bercerita tentang seorang gadis cyborg yang ditemukan oleh Dr. Dyson Ido di tempat sampah. Dr. Dyson Ido (Christoph Waltz) merupakan seorang ilmuwan spesialisasi dalam teknologi cyborg.

Lalu, Dyson Ido memodifikasi organ inti Alita dengan tubuh cyborg yang dibuatnya sendiri. Nah, inilah tantangan Alita, di mana dirinya harus beradaptasi di tubuh yang baru dan juga kehilangan ingatan tentang masa lalunya.

Baca Juga : Beberapa Film Taylor Swift yang Wajib Ditonton

Proses Perjalanan yang Panjang
Untuk mengerjakan proses film ini, Cameron menghabiskan waktu lebih dari 15 tahun karena dirinya sempat menunda proses produksi untuk menggarap film Avatar waktu itu.

Cameron meminta Rodriguez untuk membantu menyingkat skenario yang telah ditulisnya. Namun penyempitan cerita tersebut tetap mempertahankan adegan inti dari cerita aslinya.

Menggunakan Motion Capture
Film ini menggunakan motion capture yang merupakan sebuah proses merekam gerakan dari sebuah objek. Proses ini memang banyak digunakan untuk pembuatan film atau game, yang merekam setiap gerakan aktor untuk kemudian diolah kembali dalam bentuk 3D.

Penggabungan dengan teknologi Computer Generated Imagery (CGI), membuat film ini menjadi tampak cantik. CGI ini merupakan teknik pencitraan 3D yang dilakukan oleh komputer. CGI termasuk ke dalam golongan special effect yang biasa digunakan dalam pembuatan film, iklan, acara tv, dan game.

Mata Besar yang Menggoda
Dalam filmnya, karakter Alita memang digambarkan sesuai manga aslinya, di mana memiliki mata yang sangat besar. Rupanya Cameron memang tak ingin menghilangkan mata besar yang menjadi ciri khas utama pada tokoh gadis ini. Hal itu juga merupakan persetujuan awal Cameron dengan Kishiro. Setelah trailernya dirilis, sempat banyak diskusi mengenai mata Alita yang besar ini. Banyak warganet yang kurang sreg dengan penampilan Alita dengan mata besarnya.

Senjata Utama yang Unik
Lazimnya, dalam film action produksi Hollywood lebih banyak menggunakan pistol atau senjata api lainnya. Namun tidak demikian dengan film Alita ini. Cameron membuat Alita lebih banyak menggunakan pedang sebagai bentuk pertahanan diri. Selain itu, hampir seluruh anggota tubuh Alita bisa dijadikan senjata tajam.

Beberapa Film Taylor Swift yang Wajib Ditonton

Beberapa Film Taylor Swift yang Wajib Ditonton

Supervideofree.net – Dalam satu dekade terakhir, Taylor Swift telah mencapai berbagai penghargaan dalam industri musik internasional. Baru-baru ini Taylor dinobatkan sebagai Artist of the Decade di ajang American Music Awards 2019.

Namun, selain bidang tarik suara ternyata Taylor mencoba kemampuannya di bidang akting. Terbukti sederet film yang pernah Taylor bintangi bersama para aktor-aktor papan atas Amerika. Yuk simak beberapa film Taylor Swift yang wajib kamu tonton sebagai fansnya harus tahu lho! Check it out!

1. Valentine’s Day (2010)
Film yang rilis 12 Februari 2010 ini menceritakan tentang kisah cinta yang terjalin pada hari Valentine. Dalam film ini Taylor memerankan karakter Samantha Kenny yang saling jatuh cinta dengan karakter Tyler Harrington yang diperankan oleh Taylor Lautner. Walaupun ini adalah film perdana Taylor, namun aktingnya patut diacungi jempol.

Karena Taylor berhasil membawa penonton akan kisah cinta Samantha dan Tyler lebih hidup. Mungkin alasannya karena Taylor disandingkan dengan pacarnya sendiri. Ya, lawan mainnya yaitu Taylor Lautner pemeran film trilogi Twilight, adalah mantan pacar Taylor. Namun kisah cinta mereka harus kandas dalam beberapa bulan saja.

2. The Lorax (2012)
Film yang rilis 2 Maret 2012 ini menceritakan tentang bagaimana seseorang yang menyadari pentingnya alam di kota tempatnya tinggal. Ted yang diperankan oleh aktor The Greatest Showman, Zac Efron disandingkan dengan Taylor dalam film ini. Ted sangat mengagumi pemerhati lingkungan yaitu Audrey yang diperankan oleh Taylor Swift.

Sayangnya kamu tak akan melihat sosok Zac Efron dan Taylor Swift dalam film ini. Karena, genre film ini adalah animasi yang diadaptasi dari buku dan mereka berdua hanya menjadi pengisi suaranya atau sebagai dubber. Duh, penasaran kan gimana suara Taylor versi kartun? Wajib nonton ya!

Baca Juga : Film Hollywood yang Siap Rilis April 2020

3. The Giver (2014)
Film yang rilis 11 Agustus 2014 ini adalah film ketiga Taylor. Dan genre film ini benar-benar berbeda dari film-film Taylor sebelumnya, yaitu fiksi ilmiah. Berawal dari kehancuran dunia yang terjadi, membuat setiap orang melupakan memori masa lalunya.

Namun, hanya ada satu orang yaitu The Giver atau pemberi memori yang masih menyimpan seluruh kejadian di masa lalu. Kemudian memori itu diberikan pada Jonas yang diperankan oleh Brenton Thwaites. Dan Taylor sebagai Rosemary anak yang pernah menjadi penerima memori juga namun harus berakhir bunuh diri.

4. Cats 2019
Film yang rilis 20 Desember 2019 kemarin menjadi film penutup akhir tahun yang cukup menarik. Dengan mengusung genre film drama musikal fantasi, tak banyak menampilkan konflik dalam film. Hanya nyanyian dan tarian yang menjadi ciri khas dari drama musikal.

Taylor yang berperan sebagai kucing bernama Bombalurina ini juga disandingkan dengan beberapa artis ternama, seperti Jason Derulo, Jennifer Hudson, Idris Elba, James Corden, dan Francesca Hayward. Dan Taylor pun menyumbang suaranya dalam lagu yang berjudul Beutiful Ghost dalam film ini.

5. Miss Americana (2020)
Film ini baru akan dirilis 31 Januari 2020 di platform streaming Netflix. Film dokumenter tentang sisi lain dari Taylor yang jarang disorot publik. Film ini juga sebagai bukti perjuangan Taylor dalam industri musik hingga mencapai karir yang gemilang seperti saat ini.

Judul dari film ini diambil dari judul lagunya Miss Americana and the Heartbreak Prince dalam album terbarunya Lover. Selain itu, lagu ciptaannya berjudul Only the Young akan mengisi soundtrack film ini lho! Jangan lupa nonton ya.

Nah, itu dia 5 film yang dibintangi oleh Taylor Swift semasa hidupnya. Jangan ngaku fans Taylor kalau tidak nonton film-filmnya ya!

Film Hollywood yang Siap Rilis April 2020

Film Hollywood yang Siap Rilis April 2020

Supervideofree.net – Kehadiran bulan April pun sudah tidak akan lama lagi. Pada bulan itu juga, bioskop Indonesia kembali diramaikan lagi dengan beberapa film hollywood ternama. Untuk masalah genrenya beragam, ada horror, aksi, petualangan, drama dan masih banyak lagi.

Penasaran? apa saja film hollywood yang akan segera hadir di bulan April nanti? Daripada semakin bikin kamu penasaran, langsung saja, yuk! Simak di bawah ini rangkuman mengenai film hollywood yang siap rilis april 2020 :

1. The New Mutants
Pada posisi pertama ada film The New Mutants. Setelah beberapa kali mengalami penundaan, film spin-off X-Men ini akhirnya dirilis. Tak hanya itu, film ini juga menjadi film horror dan thriller pertama yang diadaptasi dari Marvel Comics.

The New Mutants menceritakan tentang sekolompok para mutan yang ditahan di rumah sakit terpencil. Selama disana, para mutant dipantau oleh seorang psikiatris. Tak lama kemudian, para mutan pun merasa ada keganjalan dengan tempat tahanannya ini. Mereka semua saling bekerjasama menggunakan kekuatannya masing-masinf untuk melarikan diri dari rumah sakit ini.

Josh Boone menjadi sutradara pada film ini. Selain itu, film ini dibintangi oleh artis hollywood ternama seperti Anya Taylor-Joy, Maisie Williams, Charlie Heaton, Blu Hunt, Henry Zaga, Alice Braga, dan masih ada lagi.

The New Mutants dijadwalkan akan rilis di Indonesia pada 1 April 2020.

2. Peter Rabbit 2: The Runaway
Setelah sukses dengan film sebelumnya, Sony Pictures kembali merilis film sekuel dari Peter Rabbit (2018). Pada film terbarunya ini, masih tetap memiliki genre yang sama dengan film sebelumnya. Namun, untuk masalah ceritanya, lebih seru daripada film sebelumnya, deh.

Peter Rabbit 2: The Runaway menceritakan tentang upaya aksi melarikan diri Peter bersama teman-temannya dari kejaran petugas keamanan hewan liar. Sebelumnya, Peter bersama teman-temannya tengah berburu makanan di The Farmers Market sebelum akhirnya ditangkap karena membuat kekacauan besar.

Film ini kembali disutradarai oleh Will Gluck. Ada deretan deretan artis yang hadir dalam film ini seperti James Corden, Margot Robbie, Elizabeth Debicki, Rose Byrne, Domhnall Gleeson, dan masih banyak lagi.

Peter Rabbit 2: The Runaway dijadwalkan akan tayang di Indonesia pada 1 April 2020.

3. Trolls World Tour
Sukses dengan film pertamanya, sekuel film Trolls kembali hadir menghiasi bioskop pada tahun ini. Untuk masalah kisah ceritanya, tentunya lebih serua dan menarik daripada film sebelumnya.

Trolls Worlds Tour mengisahkan tentang perjalanan tur Poppy dan Branch menuju keenam negeri yang mengabadikan jenis musik yang berbeda. Di tengah perjalanan, mereka berdua bertemu dengan Queen Barb, anggota dari hard-rock royalty yang ingin menjadi penguasa dan melenyapkan semua jenis musik yang ada.

Nasib dunia Trolls ada di tangan Poppy dan Branch. Dengan memiliki tekad yang kuat, akhirnya mereka berdua memutuskan memanggil para Trolls dari keenam negeri yang berbeda untuk bersatu melawan Queen Barb.

Film ini disutradarai oleh Walt Dohrn dan David P. Smith. Ada deretan artis yang membintangi film ini seperti Anna Kendrick, Justin Timberlake, James Corden, Ozzy Osbourne, Rachel Bloom, dan masih banyak lagi.

Trolls World Tour dijadwalkan akan rilis di Indonesia pada 10 April 2020.

Baca Juga : Film Gagal yang Membuat Studionya Bangkrut

4. The Secret Garden
Kemudian ada film genre drama, keluarga, dan fantasi. The Secret Garden merupakan film yang diadaptasi dari buku novel dengan judul yang sama karya Frances Hodgson Burnett.

Kisah cerita yang memiliki latar belakang di Inggris era tahun 1947. The Secret Garden menceritakan tentang seorang anak yatim piatu bernama Mary Lennox yang tinggal bersama pamannya di sebuah desa terpencil. Selama disana, dia senang sekali menghabiskan waktunya pergi menjelajahi wilayah perkebunan pamannya. Hingga pada akhirnya, dia menemukan sebuah taman ajaib yang tersembunyi disana.

Marc Munden menjadi sosok yang menggarap film ini. Ada beberapa artis hollywood yang bermain dalam film ini seperti Dixie Egerickx, Colin Firth, Julie Walters, Edan Hayhurst, Isis Davis, dan masih ada lagi.

The Secret Garden dijadwalkan akan hadir di Indonesia pada 15 April 2020.

5. Antlers
Pertengahan bulan April ternyata diisi oleh film horror dan misteri. Cerita pada film ini pun ternyata diadaptasi oleh sebuah buku cerita karya Nick Antosca yang berjudul The Quiet Boy.

Antlers menceritakan tentang Lucas, seorang bocah laki-laki misterius yang dicurigai menyembunyikan rahasia kelam. Kemunculan rasa aneh dirasakan pertama kali oleh gurunya saat di sekolahan. Selama itu, ada banyak sekali orang-orang yang tewas secara mengerikan di sekitar sana.

Gurunya menduga kematian orang-orang tersebut ada hubungannya dengan bocah laki-laki misterius ini. Lucas pun juga kerap sekali menggambar sosok mahluk aneh yang mengerikan.

Scoot Cooper menjadi sosok sutradara di balik pembuatan film ini. Ada beberapa bintang hollywood yang hadir dalam film ini seperti Keri Russell, Jesse Plemons, Jeremy T. Thomas, Graham Greene, Scott Haze, dan masih ada lagi.

Antlers dijawalkan akan tayang di Indonesia pada 17 April 2020.

6. Black Widow
Kemudian yang terakhir ada film Black Widow. Film ini merupakan film superhero kedua yang diadaptasi dari Marvel Comics. Sebelumnya, film superhero pertama dipegang oleh Captain Marvel yang dirilis pada tahun 2019 silam.

Black Widow menceritakan tentang kisah masa lalu Natasha Romanoff, dimana ia harus menyelesaikan masalah terbesarnya sebelum bergabung dengan Avengers. Selama menjalankan aksinya tersebut, ia dibantu oleh Yelena Belova, Melina Vostokoff, dan Alexei Shostakov.

Film ini disutradarai oleh Cate Shortland. Ada deretan artis hollywood ternama yang bermain dalam film ini seperti Scarlett Johansson, Florence Pugh, Rachel Weisz, David Harbour, dan masih ada lagi.

Black Widow dijadwalkan akan hadir di Indonesia pada 29 April 2020.

Itulah beberapa film hollywood yang akan tayang di bulan April mendatang. Apakah kamu sudah siap?

Film Gagal yang Membuat Studionya Bangkrut

Film Gagal yang Membuat Studionya Bangkrut

Supervideofree.net – Dunia film itu nggak mudah, geng. Untuk tiap film MCU yang berhasil mendapatkan penghasilan besar, ada selusin film lainnya yang nggak bisa balik modal.

Bahkan, nggak jarang ada sebuah rumah produksi yang terlalu percaya diri kalau film mereka akan berhasil sampai rela menuangkan jumlah uang yang nggak sedikit, geng!

Sayangnya, ibarat sebuah investasi bodong, mereka cuma bisa miris ketika melihat karya mereka gagal di pasaran.

♦ Film Gagal yang Membuat Studionya Bangkrut
Dengan budget film yang sudah mencapai 300 juta dolar Amerika atau sekitar Rp4 triliun, nggak heran kalau film dianggap sebagai projek beresiko tinggi, geng.

Makanya, kalau kalian lihat, film-film MCU itu hampir semuanya mengikuti formula cerita yang sama karena memang jalan cerita seperti itu sudah terbukti sukses.

Disney selaku pemilik Marvel ingin menghindari kasus seperti beberapa film gagal yang membuat studionya bangkrut berikut ini, geng!

➢ 1. Heaven’s Gate (1980)
Setelah reputasi sutradara Michael Cimino melejit berkat kesuksesan film The Deer Hunter, dia dipercaya untuk menyutradarai film koboi epik Heaven’s Gate.

Sayangnya, ego Cimino dan kepribadiannya yang sangat otoriter menimbulkan banyak masalah pada produksi film yang juga membuat budget film ini membengkak.

Dengan budget sebesar 44 juta dolar, film ini hanya menghasilkan 3,5 juta dolar saja dan memaksa rumah produksi United Artists untuk gulung tikar.

Kegagalan film ini juga akhirnya membuat Hollywood menerapkan pengawasan yang lebih ketat untuk sutradara agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, geng.

➢ 2. Titan A.E. (2000)
Di tahun 90-an, studio Fox mencoba menyaingi kesuksesan Disney di dunia film animasi terbaik dengan mendirikan Fox Animation Studios.

Debut mereka di tahun 1997 dengan film Anastasia berhasil menuai sukses namun mereka nggak bisa melanjutkan kesuksesan tersebut dengan film Titan A.E..

Dikarenakan penggunaan teknologi CGI yang mutakhir, film ini memiliki budget sebesar 75-90 juta dolar tapi hanya bisa menghasilkan 36 juta dolar saja, geng!

Meskipun hanya dua film dari rumah produksi tersebut yang sudah keluar di bioskop, Fox Animation Studios langsung ditutup berkat kegagalan film ini.

➢ 3. Battlefield Earth (2000)
Demi menggapai cita-cita, kita sering melupakan akal sehat kita dan mungkin hal inilah yang terjadi dengan film adaptasi novel Battlefield Earth.

Aktor John Travolta sudah lama ingin mengadaptasi novel yang ditulis oleh Ron Hubbard, pendiri agama Scientology yang dianut oleh Travolta.

Setelah ditolak oleh hampir semua studio film di Hollywood, Travolta akhirnya berhasil membujuk Franchise Pictures untuk menangani produksi film ini, geng.

Sayangnya, film ini disebut sebagai salah satu film terburuk dan dari budget produksi 73 juta dolar, film ini hanya bisa menghasilkan 29 juta dolar saja.

Selain itu, Franchise Pictures juga terlibat kasus penipuan akibat produksi film ini yang akhirnya memaksa mereka gulung tikar di tahun 2004.

➢ 4. Rise of the Guardians (2012)
Studio DreamWorks Animation sudah banyak memiliki karya film animasi yang sukses besar tapi nggak semuanya berhasil sukses di pasaran, geng.

Salah satunya adalah film Rise of the Guardians yang membawa twist unik kepada karakter-karakter dari dongeng klasik seperti Sinterklas dan Kelinci Paskah.

Sayangnya, konsep unik yang dari film ini nggak mencegah DreamWorks Animation untuk harus menelan kerugian sebesar 83 juta dolar, geng.

Akibat kegagalan tersebut, DreamWorks Animation sampai harus memecat 25% dari seluruh tenaga kerja mereka.

➢ 5. Cutthroat Island (1995)
Syuting film di air itu sulit dan kesulitan ini yang membuat film produksi film bertema bajak laut Cutthroat Island menjadi sangat bermasalah.

Proses syuting yang dilakukan di Malta dan Thailand sampai banyak ditunda karena masalah tersebut yang membuat budget film ini menjadi membengkak.

Dengan budget produksi yang mencapai 98 juta dolar, film ini sayangnya hanya berhasil meraup 10 juta dolar saja di pasaran, geng!

Rumah produksi Carolco Pictures dipaksa gulung tikar akibat kegagalan tersebut dan Guinness World Records menobatkannya sebagai kegagalan terbesar di sejarah film.

Baca Juga : Fakta Film 47 Meters Down Uncaged

➢ 6. Final Fantasy: The Spirits Within (2001)
Setelah sukses mendominasi dunia game dengan seri RPG terbaik Final Fantasy, developer Square mendirikan Square Pictures untuk mulai menjajahi film.

Nggak tanggung-tanggung, mereka langsung menuangkan semua ambisi mereka di film Final Fantasy: The Spirits Within yang memiliki CGI terdepan di masanya.

Square Pictures menuangkan total budget sebesar 137 juta dolar yang sayangnya gagal ditutup oleh penghasilan 85 juta dolar yang diperoleh film ini.

Naas, film Final Fantasy: The Spirits Within harus menjadi fantasi terakhir divisi Square Pictures yang ditutup akibat kegagalan dari film tersebut.

➢ 7. Cleopatra (1963)
Kalau kita ingin menuangkan semua masalah dalam proses produksi film Cleopatra, kita nggak akan bisa bergerak dari komputer sampai minggu depan, geng!

Mulai dari pergantian sutradara, lokasi syuting, sampai set film yang harus dibangun ulang, hampir semua masalah yang mungkin terjadi, beneran menimpa film ini.

Tapi yang paling diingat adalah skandal selingkuh dua bintang utamanya, Elizabeth Taylor dan Richard Burton, yang sampai mengundang kritik dari Vatikan.

Semua masalah tersebut terlihat di budget sebesar 44 juta dolar, melebihi penghasilan 31 juta dolar yang berhasil diperoleh film.

Kegagalan tersebut hampir mendorong studio 20th Century Fox menuju kebangkrutan dan memaksa mereka untuk ditutup selama berminggu-minggu, geng!

Fakta Film 47 Meters Down Uncaged

Fakta Film 47 Meters Down Uncaged

Supervideofree.net – Film 47 Meters Down Uncaged tayang di jaringan bioskop Indonesia tahun lalu. Karya sineas Johannes Roberts ini menempatkan empat aktris muda nan cantik sebagai pemeran utama, yakni Sophie Nelisse, Brianne Tju, Sistine Ross Stallone, dan Corinne Foxx.

Film 47 Meters Down Uncaged merupakan sekuel dari 47 Meters Down yang dirilis dua tahun silam. Film berbiaya 5,3 juta dolar AS itu di luar dugaan mengantongi laba kotor 62,6 juta dolar AS atau sekitar 876 miliar rupiah.

Film 47 Meters Down Uncaged mengisahkan empat remaja putri Mia (Sophie), Sasha (Corine), Alexa (Brianne), dan Nicole (Sistine) yang pelesir ke sebuah gua. Di dalamnya ada perairan dengan dasar berupa bekas peradaban kuno. Penasaran, keduanya menjelajahi dasar perairan.

Nicole melihat sesuatu yang bergerak-gerak di balik bebatuan. Tak dinyana itu hiu buas. Untuk Anda, kami merangkum beberapa fakta menarik seputar film 47 Meters Down Uncaged dari berbagai sumber. Selamat menyimak.

➢ 1. Aktris keturunan Tiongkok Indonesia
Salah satu aktris utama 47 Meters Down Uncaged, Brianne Tju, merupakan keturunan Tiongkok-Indonesia. Ayahnya, Chris Tju. Ibunya, Nancy Tju.

Aktris kelahiran California, 14 Juni 1998, ini memilih kewarganegaraan AS. Kariernya menanjak setelah memerankan Riley Marra di serial Scream. Brianne Tju bangga saat lolos audisi film 47 Meters Down Uncaged.

“(Sebelum syuting) kami belajar menjadi penyelam scuba bersertifikat. Kru membekali kami dengan kemampuan menyelam scuba. Kami punya segala aspek dan harus siap saat berada di bawah air terus menerus. Di atas semua itu, para pemain termasuk saya harus melakukan tugas utama kami berakting, mengirim emosi, dan menghidupkan karakter. Sangat berat berakting sambil menyelam di dalam air. Ini tantangan terbesarnya,” ujar Brianne Tju ketika diwawancara ScreenRant.

➢ 2. Ganti Judul
Pada September 2017, rumah produksi The Fyzz Facility mengumumkan bahwa sekuel 47 Meters Down berjudul 48 Meters Down. Sineas Johannes Roberts dipastikan kembali duduk di kursi sutradara. Hampir setahun berlalu, pada Agustus 2018, pihak rumah produksi merilis trailer resmi sekuelnya dengan judul 47 Meters Down: The Next Chapter. Keputusan akhir, sekuel ini diberi judul 47 Meters Down Uncaged.

Baca Juga : Fakta Menarik Film Birds of Prey

➢ 3. Misteri Nama Sekolah
Nama SMU yang ditampilkan dalam film ini adalah Modine High School. Nama ini rupanya diambil dari nama salah satu aktor di film 47 Meters Down, Matthew Modine. Dalam film itu, Matthew Modine berperan sebagai Kapten Taylor, yang bertugas di shark-diving boat

➢ 4. Menghindari Annabelle
Semula, film 47 Meters Down Uncaged dijadwalkan menyerbu bioskop pada 28 Juni 2019. Pihak produser kemudian menunda perilisan hingga 16 Agustus 2019 untuk menghindari persaingan dengan film Annabelle Comes Home.

Akibatnya, Annabelle Comes Home seolah tak punya lawan berat saat tayang di bioskop. Film dengan biaya produksi 32 juta dolar AS (448 miliar rupiah) itu dengan mudah mengeruk laba kotor 222 juta dolar AS (sekitar 3,1 triliun rupiah).

➢ 5. Kolaborasi Box Office
Film 47 Meters Down Uncaged menandai kali ketiga sutradara Johannes Roberts bekerja sama dengan penulis naskah Ernest Riera. Sebelumnya, mereka mengerjakan film horor The Other Side of the Door (2016) dan 47 Meters Down. Film The Other Side of the Door sendiri dikabarkan mendapat untung bersih 130 miliar rupiah lebih. Wow!